Leces, Lensaupdate.com - Keterbatasan sumber mata air membuat kebutuhan air bersih warga Dusun Curah Watu, Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, harus mendapat penanganan segera. BPBD Kabupaten Probolinggo bersama Kodim 0820 Probolinggo menyalurkan 9.000 liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (29/9/2026).
Bantuan tersebut menyasar warga RT 03 dan RT 04 RW 05. Sebanyak 77 Kepala Keluarga atau 245 jiwa menerima distribusi air bersih yang dilakukan mulai pukul 09.30 WIB.
Dari total bantuan, BPBD Kabupaten Probolinggo menyuplai 5.000 liter air menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Sementara Kodim 0820 Probolinggo menyalurkan tambahan 4.000 liter menggunakan truk tangki milik TNI AD.
Penyaluran ini menjadi langkah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat ketika sumber mata air yang biasa digunakan warga mengalami keterbatasan. Air yang didistribusikan diharapkan dapat membantu kebutuhan warga selama kondisi tersebut belum kembali normal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, distribusi dilakukan sebagai respons terhadap kondisi krisis sumber mata air yang dialami masyarakat.
“Pendistribusian bantuan air bersih ini merupakan upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami krisis sumber mata air bersih. Kami bersama unsur terkait berupaya agar kebutuhan air warga dapat segera terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Oemar, penanganan krisis air bersih membutuhkan kerja bersama karena kebutuhan masyarakat harus segera direspons sesuai kondisi di lapangan. Dalam distribusi kali ini, BPBD tidak bekerja sendiri, tetapi melibatkan sejumlah unsur terkait.
Sinergi tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Pemerintah Kecamatan Leces, Pemerintah Desa Tigasan Wetan dan Agen PB Jatim.
Kolaborasi lintas sektor tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat distribusi air ke wilayah yang mengalami keterbatasan sumber mata air. Dengan keterlibatan sejumlah pihak, kebutuhan warga dapat ditangani melalui dukungan logistik yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.
“Kolaborasi ini penting agar penanganan krisis air bersih dapat dilakukan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga Dusun Curah Watu selama sumber mata air masih mengalami keterbatasan,” pungkasnya.
Distribusi 9.000 liter air tersebut menunjukkan bahwa persoalan keterbatasan sumber air tidak hanya menyangkut ketersediaan air, tetapi juga membutuhkan respons cepat agar kebutuhan dasar warga tetap dapat terpenuhi. Selama sumber mata air belum mencukupi, dukungan distribusi air menjadi salah satu langkah penanganan bagi masyarakat yang terdampak. (yud/zid)
Baca Juga :
.jpeg)