Krisis Air Bersih, 585 Warga Kabupaten Probolinggo Dapat Pasokan BPBD Kabupaten Probolinggo


Probolinggo, Lensaupdate.com - Krisis sumber mata air mulai berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar warga di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo. BPBD Kabupaten Probolinggo mengirimkan 12.000 liter air bersih ke dua desa untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air.

Distribusi dilakukan Jum'at (18/9/2026) oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo menggunakan dua truk tangki. Masing-masing kendaraan membawa 6.000 liter air bersih.

Dua lokasi yang mendapat pasokan berada di Dusun Paoan, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, dan Dusun Gunungdame, Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces.

Di Dusun Paoan RT 01/RW 01, sebanyak 112 kepala keluarga atau sekitar 336 jiwa tercatat membutuhkan bantuan air bersih. Sementara Dusun Gunungdame RT 01/RW 06 mencatat 83 KK atau sekitar 249 jiwa.

Jika digabungkan, terdapat 195 KK atau sekitar 585 jiwa yang berada di dua lokasi sasaran distribusi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan distribusi dilakukan sebagai respons terhadap kondisi warga yang mengalami krisis sumber mata air.

“Distribusi air bersih ini merupakan respons BPBD terhadap kondisi masyarakat yang mengalami krisis sumber mata air bersih. Kami menyalurkan bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga di wilayah terdampak,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang sumber airnya mengalami penurunan atau tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari, pasokan dari tangki menjadi dukungan sementara untuk memenuhi kebutuhan dasar. Karena itu, penanganan tidak hanya membutuhkan distribusi air, tetapi juga pemantauan terhadap perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ketika sumber mata air mengalami krisis dan warga kesulitan memperoleh air, pemerintah perlu hadir memberikan bantuan sesuai kondisi di lapangan,” jelas Oemar.

Petugas TRC PB BPBD dikerahkan langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan. Dua kendaraan tangki digunakan dalam satu rangkaian distribusi dengan total kapasitas 12.000 liter.

Oemar berharap pasokan tersebut dapat membantu warga selama sumber mata air masih mengalami krisis.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari selama kondisi sumber mata air masih mengalami krisis,” tegasnya.

Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari respons BPBD terhadap persoalan ketersediaan air di wilayah terdampak. Pemantauan kondisi masyarakat tetap diperlukan untuk mengetahui apakah kebutuhan air meningkat dan apakah bantuan lanjutan diperlukan.

Dengan jumlah sasaran mencapai 585 jiwa di dua desa, persoalan air bersih tidak hanya menyangkut ketersediaan pasokan sesaat. Keberlanjutan sumber air menjadi faktor penting agar masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa bergantung pada distribusi air tangki. (yud/fas)

Baca Juga :