Pajarakan, Lensaupdate.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo mendorong lulusan pelatihan menjahit tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi berani menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar saat menutup pelatihan menjahit hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kraksaan dengan BLKK Zainul Hasan Genggong, Senin (31/8/2026).
Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan selama 20 hari kerja. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran dan praktik, seluruh peserta dinyatakan lulus.
Saniwar mengatakan pelatihan keterampilan harus memberikan dampak lebih jauh bagi peserta. Kemampuan menjahit yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus membuka usaha sendiri.
“Harapannya setelah dilatih, peserta mempunyai skill atau kemampuan menjahit. Ke depan, mereka bisa mempunyai usaha mandiri, membuka jasa jahit, atau bekerja di perusahaan menjahit lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, keterampilan menjahit memiliki peluang ekonomi yang cukup luas. Peserta dapat mengembangkan kemampuan tersebut menjadi jasa jahit maupun memanfaatkannya untuk mencari pekerjaan di perusahaan garmen dan industri konveksi.
Karena itu, Saniwar meminta para lulusan tidak berhenti belajar setelah pelatihan berakhir. Kemampuan yang sudah diperoleh perlu terus diasah agar semakin siap menghadapi kebutuhan pasar kerja.
“Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan untuk mencari pekerjaan di perusahaan garmen maupun industri jahit yang membutuhkan tenaga kerja terampil,” katanya.
Saniwar menegaskan peningkatan kompetensi masyarakat merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan ketenagakerjaan, khususnya menekan angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo.
“Tujuan pokok dari pelatihan ini adalah dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Probolinggo. Semoga tingkat pengangguran di Kabupaten Probolinggo semakin menurun,” terangnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menggantungkan harapan mendapatkan pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kesempatan menjadi CPNS terbatas sehingga masyarakat perlu memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif.
“Tidak mungkin kita hanya menunggu lapangan CPNS. Salah satu upaya adalah melatih tenaga kerja agar mempunyai kemampuan untuk membuka usaha sendiri,” tegasnya.
Menurut Saniwar, Disnaker Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong program pelatihan berbasis keterampilan. Materi pelatihan diharapkan semakin disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha yang dapat dikembangkan masyarakat.
“Disnaker Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong kegiatan pelatihan berbasis keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap 16 peserta yang telah dinyatakan lulus mampu memanfaatkan keterampilan tersebut secara konsisten. Baik dengan membuka jasa jahit secara mandiri, mengembangkan usaha bersama maupun memasuki industri yang membutuhkan tenaga terampil.
“Alhamdulillah, dari 16 peserta semuanya dinyatakan lulus. Semoga keterampilan yang diperoleh bisa dimanfaatkan dan menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. (nab/zid)
Baca Juga :
