Disnaker Kabupaten Probolinggo Tutup Pelatihan Kompetensi, Cetak Tenaga Kerja Siap


Pajarakan, Lensaupdate.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo resmi menutup dua pelatihan kejuruan berbasis kompetensi yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026, Senin (15/6/2026). Pelatihan tersebut meliputi kejuruan batik dan Processing Hasil Pertanian (PHP) yang bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Penutupan pelatihan bordir dilaksanakan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ronggo Mukti Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan. Sementara pelatihan Processing Hasil Pertanian (PHP) berupa pembuatan kue ditutup di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Rizki Perdana Desa Karangpranti Kecamatan Pajarakan.

Kegiatan penutupan dilakukan oleh Sekretaris Disnaker Kabupaten Probolinggo Iin Kasiani didampingi Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Erna Sayuti, Owner LPK Ronggo Mukti Mahrus Ali serta Owner LPK Rizki Perdana Warsih.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Probolinggo Iin Kasiani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan hingga berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan LPK Rizki Perdana dan LPK Ronggo Mukti yang telah berkenan bekerja sama dengan Disnaker dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Terima kasih juga kepada para instruktur yang dengan sabar dan penuh dedikasi memberikan ilmu serta bimbingan kepada para peserta,” katanya.

Menurut Iin, pelatihan berbasis kompetensi merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Pelatihan ini dilaksanakan guna menciptakan calon-calon tenaga kerja yang ahli dan kompeten, sehingga ketika diterima bekerja di perusahaan mereka sudah siap secara teknis dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Dengan demikian produktivitas perusahaan dapat meningkat dan peserta memiliki peluang kerja yang lebih besar,” jelasnya.

Iin berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal, baik untuk bekerja di perusahaan maupun membangun usaha secara mandiri.

“Kami berharap ilmu yang telah dipelajari tidak berhenti sampai di sini. Teruslah berkarya, berinovasi dan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta maupun masyarakat luas,” tegasnya.

Lebih lanjut Iin menuturkan bahwa salah satu tantangan utama ketenagakerjaan saat ini adalah masih adanya pencari kerja yang belum memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Oleh karena itu, pelatihan berbasis kompetensi menjadi solusi untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan tenaga kerja yang siap pakai.

“Melalui pelatihan ini ada banyak manfaat yang bisa diperoleh. Peserta memiliki kesempatan lebih besar untuk diterima bekerja, perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan pada akhirnya mampu membantu mengurangi angka pengangguran, khususnya di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Dengan berakhirnya pelatihan kejuruan batik dan Processing Hasil Pertanian (PHP) tersebut, Disnaker Kabupaten Probolinggo berharap para peserta mampu mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh sehingga dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (nab/zid)