Diperta Kabupaten Probolinggo Jadi Lokasi Uji Varietas Bawang Merah Unggulan


Leces, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan lapang peserta Workshop Sistem Budidaya Bawang Merah–Cabai–Padi untuk Pertanian Berkelanjutan di Kawasan Pesisir Indonesia yang digelar di lahan demplot milik petani Wasis Hartono di Desa Sumberkedawung Kecamatan Leces, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang difasilitasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI tersebut diikuti berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian, mulai dari peneliti, akademisi, perwakilan lembaga internasional hingga petani dan penyuluh pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan Kabupaten Probolinggo dipilih sebagai lokasi demplot karena merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Jawa Timur yang memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas hortikultura berkelanjutan.

“Produktivitas bawang merah di Kabupaten Probolinggo rata-rata mencapai 8 hingga 10 ton per hektare pada musim kemarau dan 6 hingga 7 ton per hektare pada musim penghujan. Potensi ini menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu daerah strategis pengembangan bawang merah nasional,” katanya.

Menurut Arif, kegiatan demplot tersebut menjadi sarana untuk menguji adaptasi dan produktivitas tujuh varietas bawang merah unggulan pada kondisi agroklimat Kabupaten Probolinggo sekaligus menghasilkan rekomendasi varietas yang sesuai dengan kebutuhan petani.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengetahui varietas yang paling adaptif, produktif dan tahan terhadap serangan hama maupun penyakit. Hasilnya nanti dapat menjadi rekomendasi bagi petani dalam menentukan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Selain sebagai lokasi penelitian, demplot juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran lapang bagi petani untuk mengenal inovasi teknologi budidaya bawang merah yang lebih efektif dan efisien.

“Keberadaan demplot ini menjadi media transfer teknologi antara peneliti, penyuluh dan petani. Petani dapat belajar langsung mengenai teknik budidaya, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga manajemen usaha tani yang lebih baik,” terangnya.

Arif berharap hasil kegiatan tersebut mampu meningkatkan penggunaan benih unggul, produktivitas tanaman serta kesejahteraan petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo.

“Harapan kami kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, mendorong penggunaan benih varietas unggul serta meningkatkan produktivitas dan kualitas bawang merah. Pada akhirnya, peningkatan hasil produksi akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Arif menambahkan keberhasilan pengembangan bawang merah tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, sektor swasta hingga para penangkar benih yang selama ini menjadi mitra strategis petani.

“Kolaborasi antara pemerintah, peneliti, perguruan tinggi, swasta dan petani seperti ini sangat penting untuk mempercepat adopsi inovasi pertanian. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Kabupaten Probolinggo dapat terus menjadi salah satu sentra bawang merah unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkasnya. (mel/fas)