Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor), evaluasi dan paparan progres pelaksanaan kegiatan Perangkat Daerah tahun 2026 di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (18/2/2026).
Rakor tersebut diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto serta Ketua TP2D Kabupaten Probolinggo Khoirul Anwar.
Dalam arahannya, Bupati Haris menegaskan evaluasi satu tahun pemerintahan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum refleksi menyeluruh untuk mengukur perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Evaluasi ini bukan hanya laporan angka di atas kertas. Kita ingin memastikan ada perubahan konkret yang dirasakan warga,” katanya.
Bupati Haris menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu membangun tim dan menghadirkan inovasi. Setiap Kepala OPD harus berperan layaknya CEO di bidangnya masing-masing.
“Tidak cukup hanya pintar secara teknis, tetapi juga harus mampu mengelola manusia, membangun tim dan menghadirkan perubahan nyata,” jelasnya.
Evaluasi tersebut harus selaras dengan lima pilar visi pembangunan daerah, yakni SAE Pemerintahan, SAE Ekonomi, SAE Pendidikan dan Kesehatan, SAE Infrastruktur serta SAE Sosial. Seluruh OPD diminta menyampaikan laporan berbasis data terukur serta menunjukkan dampak langsung bagi masyarakat.
“Semua OPD harus bicara dengan angka, bicara tentang dampak dan perubahan, bukan hanya aktivitas,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan. “Berani jujur terhadap kekurangan. Pemerintahan gagal bukan karena ada masalah, tapi karena tidak mau melihat masalah,” ujarnya.
Bupati Haris menyebut tahun pertama pemerintahan merupakan fase fondasi dan konsolidasi. Sementara tahun kedua harus menjadi fase percepatan dan dampak nyata. Ia meminta penguatan kolaborasi lintas OPD serta penghapusan ego sektoral agar target pembangunan dapat tercapai optimal.
Selain evaluasi internal, strategi komunikasi publik juga menjadi perhatian. Setiap OPD diminta memiliki tim kreatif untuk mendokumentasikan kinerja dan menyampaikannya melalui media yang terpusat di Dinas Kominfo.
Mengakhiri arahannya, Bupati Haris merumuskan pesan kunci kepada masyarakat dalam empat kalimat: “Kami mendengar. Kami bekerja. Kami masih berproses dan belajar. Dan kami akan berakselerasi," pungkasnya. (nab/zid)
