Kraksaan, Lensaupdate.com - Bantuan zakat tidak selalu berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat. Di Kabupaten Probolinggo, sebagian bantuan diarahkan menjadi sarana yang dapat menunjang aktivitas ekonomi sekaligus memperluas kegiatan pembelajaran Al-Qur’an.
Pendekatan tersebut terlihat dalam penyaluran bantuan Baznas Kabupaten Probolinggo kepada tiga mustahik, Senin (28/9/2026). Dua penerima memperoleh peralatan untuk mendukung usaha, sementara satu lainnya mendapatkan telepon seluler yang akan digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar Al-Qur’an Braille bagi penyandang tunanetra.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengatakan bantuan diberikan berdasarkan permohonan masyarakat yang kemudian disesuaikan dengan ketentuan asnaf penerima zakat.
“Dua bantuan diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi. Ubay Efendi dari Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan menerima bantuan pengadaan mesin cutting untuk mendukung usaha pembuatan stiker dan Katmiati dari Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron menerima bantuan freezer untuk menunjang usaha penjualan makanan dan minuman,” katanya.
Bagi penerima bantuan usaha, peralatan tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan yang selama ini menjadi kendala dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
Katmiati, misalnya, mendapatkan freezer untuk mendukung usaha makanan dan minuman. Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan kebutuhan fasilitas tersebut.
“Dia itu jualannya macam-macam. Mata pencaharian suaminya juga tidak menentu. Punya anak dua, terus suaminya bawa satu anak jadi tiga semuanya. Anaknya sendiri sekarang dipondokkan di Sukorejo. Untuk menunjang ekonomi keluarga dia berjualan,” jelas Muzammil.
Sementara Ubay memperoleh mesin cutting untuk membantu usaha pembuatan stiker. Sebelum mendapatkan bantuan, proses produksi masih dilakukan secara tradisional karena keterbatasan kemampuan membeli peralatan.
“Dia itu jualan buat stiker yang di pinggir jalan. Dia juga mau beli alat pemotong itu tidak mampu, sehingga jualannya masih sifatnya tradisional. Karena tidak mampu untuk beli alat itu, sehingga kami fasilitasi,” terangnya.
Muzammil berharap bantuan peralatan tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis usaha, tetapi dapat membantu penerima memiliki penghasilan yang lebih berkelanjutan.
“Dengan adanya bantuan ini kita arahkan kepada kedua orang itu untuk bisa melanjutkan usahanya, sehingga bisa membawa atau mendatangkan penghasilan yang digunakan untuk kehidupan sendiri ataupun untuk keluarganya,” harapnya.
Sementara itu, bentuk bantuan yang berbeda diberikan kepada Abdul Mannan dari Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan. Ia menerima telepon seluler yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran Al-Qur’an, termasuk Al-Qur’an Braille bagi teman-teman tunanetra.
“Bantuan tersebut diperuntukkan sebagai sarana mengajar dan mendukung aktivitas pembelajaran Al-Qur’an,” lanjut Muzammil.
Menurutnya, perangkat tersebut dibutuhkan karena sebagian kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring.
“Apalagi ini kaitannya dengan Quran. Sehingga untuk mengajari secara online masalah pelajaran Al-Quran Braille. Jadi Braille melalui HP itu sudah,” urainya.
Abdul Mannan mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk belajar, mengajar dan mengaji Al-Qur’an Braille bersama teman-teman tunanetra di lembaga Jamiyah Qur’aniyah. Selain itu, telepon seluler tersebut akan mendukung kegiatan kajian mingguan dan tanya jawab mengenai persoalan agama.
“Alhamdulillah saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Probolinggo karena telah memberikan bantuan atau menyalurkan zakat kepada salah satu bagian dari yang delapan yaitu fisabilillah,” ungkapnya.
Ia menilai bantuan tersebut dapat menunjang aktivitas yang selama ini dijalankannya sekaligus memberikan dorongan untuk terus mengabdikan diri dalam kegiatan dakwah.
“HP ini akan digunakan untuk belajar, mengajar dan mengaji Al-Qur’an Braille kepada teman-teman tunanetra di lembaga Jamiyah Qur’aniyah. Dan juga digunakan untuk lembaga kajian mingguan dan tanya jawab soal-soal agama,” terangnya.
Muzammil menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan penerima zakat. Dua bantuan usaha diberikan berdasarkan kategori fakir atau miskin, sedangkan bantuan telepon seluler masuk kategori fi sabilillah.
“Ini kan memang haknya mustahik. Memang punya hak untuk menerima apapun yang ada di Baznas. Kalau ada usulan, ada permohonan, apalagi yang ada kaitannya dengan pemberdayaan, dengan sisi kita lihat dari asnafnya sudah sesuai dengan asnaf yang ada, ya kita realisasikan,” tuturnya.
Menurutnya, dana zakat yang dihimpun Baznas memang diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan sebagai penerima zakat. “Dana yang ada di zakat yang kita kumpulkan itu memang haknya orang fakir dan miskin. Kita hanya merealisasikan saja,” tambahnya.
Bagi Abdul Mannan, bantuan tersebut diharapkan memberikan manfaat lebih luas karena tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga menunjang aktivitas belajar dan mengajar Al-Qur’an bagi penyandang tunanetra.
“Insya Allah HP ini bermanfaat untuk kegiatan kami. Mudah-mudahan dengan bantuan ini kegiatan lebih lancar dan kami termotivasi lagi untuk mengabdikan diri di jalan dakwah ini demi Al-Quran,” pungkasnya.
Penyaluran tersebut memperlihatkan bahwa bantuan zakat dapat hadir dalam bentuk yang menyesuaikan kebutuhan penerima. Peralatan usaha diarahkan untuk menopang penghasilan keluarga, sementara perangkat komunikasi dimanfaatkan untuk membuka akses pembelajaran dan kegiatan keagamaan. (nab/zid)
Baca Juga :
.jpeg)