Kraksaan, Lensaupdate.com - Pekerjaan merempesi dan memotong pohon bukan sekadar membutuhkan tenaga. Ketika petugas harus bekerja di sekitar atau pada bagian pohon, kemampuan menggunakan peralatan pendukung secara tepat menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan selama bekerja.
Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 65 staf Bidang Tata Lingkungan dibekali teknik tali menali melalui pelatihan yang digelar di Sumber Lele Park (SL Park) di Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan, Kamis (24/9/2026).
Pelatihan tersebut dilaksanakan DLH Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Club CRUX Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Probolinggo. Materi tidak hanya mengenalkan cara mengikat tali, tetapi juga teknik penggunaan tali yang benar untuk mendukung keamanan petugas saat menjalankan pekerjaan lapangan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring Perbawani mengatakan keterampilan tersebut penting karena berkaitan langsung dengan pekerjaan petugas di lapangan, khususnya ketika melakukan perempesan maupun pemotongan pohon.
“Pelatihan ini dilakukan bukan sekadar agar petugas bisa mengikat tali, tetapi memahami teknik tali menali yang benar sehingga dapat bekerja dengan lebih aman, khususnya saat melakukan perempesan maupun pemotongan pohon,” katanya.
Menurut Nuring, pekerjaan yang berkaitan dengan perempesan dan penebangan pohon memiliki risiko. Karena itu, petugas perlu mendapatkan pembekalan teknis yang dapat digunakan untuk menunjang keamanan ketika menjalankan tugas.
Pelatihan pun tidak berhenti pada penyampaian teori. Peserta juga mendapatkan praktik sehingga teknik yang dipelajari dapat dipahami dan diterapkan sesuai kebutuhan pekerjaan di lapangan.
“Petugas, terutama yang melaksanakan pekerjaan di lapangan, perlu memiliki kemampuan tali menali yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan. Dengan kemampuan tersebut, aspek keamanan saat bekerja dapat lebih diperhatikan,” jelasnya.
Bagi DLH, kemampuan tali menali yang dibutuhkan petugas bukan sekadar mengetahui simpul atau cara mengikat tali. Pemahaman terhadap teknik penggunaan tali menjadi bagian penting agar peralatan tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan ketika petugas melakukan pekerjaan pada pohon.
Karena itu, pembekalan diarahkan agar peserta memahami teknik sekaligus memperoleh pengalaman praktik. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan kerja ketika petugas melaksanakan pekerjaan lapangan.
Nuring berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Para peserta diharapkan dapat menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.
“Harapannya seluruh petugas dapat mempraktikkan teknik tali menali ini ketika melakukan perempesan atau penebangan pohon, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih aman dan petugas dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” harapnya.
Kolaborasi dengan Club CRUX FPTI Probolinggo menjadi bagian dari upaya DLH memperkuat keterampilan teknis petugas. Keahlian yang diperoleh diharapkan mendukung pelaksanaan pekerjaan Bidang Tata Lingkungan sekaligus meningkatkan perhatian terhadap keselamatan kerja.
Dengan adanya pembekalan tersebut, aspek keselamatan ditempatkan sebagai bagian penting dalam pekerjaan lapangan. Kemampuan teknis yang tepat diharapkan membantu petugas menjalankan tugas secara lebih aman ketika melakukan perempesan maupun pemotongan pohon di wilayah Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
Baca Juga :
.jpeg)