PMI Kabupaten Probolinggo Edukasi Siswa SMKN 1 Dringu Cegah Penyakit Menular


Dringu, Lensaupdate.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo memperkuat edukasi kesehatan bagi generasi muda melalui kegiatan sosialisasi dan promosi kesehatan di SMKN 1 Dringu, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan program CSR PT Paiton Energy tersebut diikuti 40 siswa dan siswi SMKN 1 Dringu. Edukasi menghadirkan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Dringu dan Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu sebagai narasumber.

Materi yang diberikan meliputi pencegahan Tuberkulosis (TBC), leptospirosis dan HIV/AIDS. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai penyakit menular, faktor risiko serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut pelatihan Training of Trainer (ToT) yang diberikan PMI kepada Tim SIBAT Desa Dringu dan Kedungdalem pada 24 Agustus 2026 di Aula Diklat BKPSDM Kabupaten Probolinggo.

Melalui ToT tersebut, anggota SIBAT mendapatkan pembekalan mengenai public speaking serta materi pencegahan TBC, leptospirosis dan HIV/AIDS. Pengetahuan tersebut kemudian dipraktikkan dengan memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada pelajar.

Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Organisasi, Informasi dan Komunikasi, Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial dan Pelayanan Darah UDD PMI Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji.

Kepala Bidang Organisasi, Informasi dan Komunikasi, Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono mengatakan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi PMI untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pencegahan penyakit menular.

“Promosi kesehatan di lingkungan sekolah ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan kepada siswa dan siswi SMKN 1 Dringu agar berperilaku hidup bersih dan sehat serta terhindar dari penyakit menular,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi tidak cukup hanya berhenti pada peserta kegiatan. Para siswa diharapkan dapat menyampaikan kembali informasi yang diterima kepada keluarga maupun lingkungan pergaulannya.

“Kami berharap para siswa dan siswi juga menjadi agen atau kader kesehatan di lingkungan keluarga dan sekitarnya,” jelasnya.

Pelibatan Tim SIBAT juga menjadi bagian dari upaya PMI meningkatkan kapasitas relawan di tingkat masyarakat. Setelah mengikuti pelatihan, anggota SIBAT diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus menerapkan materi kesehatan yang telah diperoleh.

“Setelah mendapatkan pelatihan ToT, SIBAT kita dorong untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan edukasi seperti ini. Harapannya kemampuan mereka semakin kuat dan informasi kesehatan bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” terangnya.

Sementara pihak SMKN 1 Dringu menyambut positif kegiatan tersebut. Kepala SMKN 1 Dringu menyampaikan apresiasi kepada PMI karena sekolahnya mendapat kesempatan menjadi lokasi pelaksanaan promosi kesehatan.

“Suatu kehormatan besar bisa terpilih untuk menjadi destinasi tempat untuk kegiatan sosialisasi kesehatan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara PMI, dunia pendidikan, masyarakat dan pihak swasta dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit menular.

PMI Kabupaten Probolinggo berharap model edukasi serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lainnya. Dengan keterlibatan SIBAT sebagai penggerak di tingkat masyarakat, informasi kesehatan diharapkan semakin mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui edukasi sejak usia sekolah, PMI berupaya membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjaga kesehatan diri, mengenali risiko penyakit menular dan turut menyebarkan informasi kesehatan secara benar kepada lingkungan sekitarnya. (nab/zid)

Baca Juga :