Probolinggo, Lensaupdate.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo bersama CSR PT Paiton Energy memperkuat kolaborasi untuk menjalankan sejumlah program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat sepanjang 2026. Sedikitnya lima program menjadi fokus pembahasan, mulai dari penghijauan, sekolah aman bencana, kesiapsiagaan masyarakat, promosi kesehatan hingga operasi katarak.
Program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) lintas sektor program CSR PT Paiton Energy dan PMI Kabupaten Probolinggo 2026 yang digelar di Gedung Bale Hinggil Probolinggo, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi forum monitoring dan evaluasi PMI Provinsi Jawa Timur terhadap pelaksanaan program CSR PT Paiton Energy bersama PMI Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 46 peserta mengikuti kegiatan, terdiri atas unsur pengurus, staf, relawan PIC, Satuan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), perangkat daerah, PT POMI dan media.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pelayanan PMI Provinsi Jawa Timur Andris Rufianto Putro, Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho serta Koordinator Lapangan CSR PT Paiton Energy-PMI Kabupaten Probolinggo Mohammad Abi Lutfi.
Rakornis menjadi forum untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi perkembangan kegiatan, mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, memperjelas pembagian tugas serta menyusun langkah tindak lanjut. Koordinasi tersebut diharapkan membuat program yang dijalankan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kabid Pelayanan PMI Provinsi Jawa Timur Andris Rufianto Putro mengatakan, PMI memiliki potensi besar untuk terus berkembang dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, termasuk bidang kesehatan dan penanggulangan bencana.
“PMI Kabupaten Probolinggo membutuhkan dukungan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci agar program kemanusiaan dapat berjalan optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Andris juga mengingatkan agar seluruh program dilaksanakan sesuai rencana, sasaran dan prinsip PMI. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari tertib administrasi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Prinsip yang perlu dijaga adalah kegiatan terlaksana dengan baik, administrasi lengkap, anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho mengatakan, koordinasi lintas sektor diperlukan agar seluruh program dapat dipersiapkan secara matang sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Harapannya kegiatan tahun 2026 ini lebih disiapkan dan lebih baik dari perencanaan sampai pelaksanaan, termasuk penyelesaian SPJ yang tentu lebih diperhatikan sesuai petunjuk dan format yang sudah ditetapkan oleh PMI pusat,” ungkapnya.
Dalam pembahasan program, kegiatan penghijauan menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya PMI Kabupaten Probolinggo Rusdjanto mengatakan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi juga memastikan tanaman dapat dirawat dan dipelihara secara berkelanjutan.
“Pembahasan mencakup penentuan lokasi, sasaran, kebutuhan teknis, koordinasi dengan pihak terkait serta pembagian tugas pelaksana,” terangnya.
Program berikutnya adalah Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menjelaskan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi potensi bencana.
“PMI akan berkoordinasi dengan satuan pendidikan sasaran untuk meningkatkan pemahaman mengenai mitigasi dan pengurangan risiko bencana,” jelasnya.
Sementara itu, program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi bencana. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi mengatakan masyarakat perlu memiliki kemampuan dasar dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di lingkungan masing-masing.
Selain kebencanaan, program promosi kesehatan dan operasi katarak juga menjadi bagian dari agenda kemanusiaan 2026. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan PMI Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji mengatakan persiapan dilakukan dengan memperhatikan sasaran penerima manfaat, koordinasi lintas sektor, kesiapan teknis serta kualitas pelayanan.
“Program operasi katarak akan dipersiapkan dengan memperhatikan kesiapan teknis serta kualitas pelayanan. Berbagai aspek pendukung akan dikoordinasikan dan dipastikan terlebih dahulu agar pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan baik, aman, serta mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Koordinator Lapangan CSR PT Paiton Energy-PMI Kabupaten Probolinggo Mohammad Abi Lutfi mengajak seluruh pihak yang terlibat memperkuat komunikasi dan komitmen dalam menjalankan program.
“Keberhasilan program tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kebersamaan, komunikasi dan dukungan seluruh unsur agar setiap kegiatan berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata,” tambahnya.
Hasil rakornis menyepakati penguatan koordinasi antara PMI, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, sekolah, dunia usaha, relawan serta pihak terkait lainnya. Setiap bidang juga diminta menyiapkan dokumentasi dan perkembangan kegiatan sebagai bahan monitoring dan evaluasi.
Melalui kolaborasi tersebut, PMI Kabupaten Probolinggo dan PT Paiton Energy berupaya memastikan program kemanusiaan 2026 tidak berhenti pada tahap perencanaan. Program diharapkan dapat terlaksana secara terukur, akuntabel dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)
Baca Juga :
