PMI Kabupaten Probolinggo dan Unhasa Genggong Perkuat Sinergi Kemanusiaan Melalui Musker 2026


Kraksaan, Lensaupdate.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan kesehatan dan kemanusiaan melalui Musyawarah Kerja (Musker) Tahun 2026 yang digelar di Markas PMI Kabupaten Probolinggo, Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi program, penyusunan strategi organisasi serta penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Musker dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Probolinggo Agus Mukson dan dihadiri Ketua Bidang Organisasi PMI Provinsi Jawa Timur Muchamad Taufiq, anggota Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto, jajaran pengurus PMI Kabupaten Probolinggo, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Ekonomi (FIPE) Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (Unhasa) Genggong dr. Yessy Nur Endah Sary, Kantor Akuntan Publik Bambang, Sutjipto Ngumar dan Rekan serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Momentum penting dalam Musker tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama bidang kesehatan dan kemanusiaan antara PMI Kabupaten Probolinggo dan Unhasa Genggong. Kesepakatan yang ditandatangani Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho dan Dekan FIPE Unhasa Genggong dr. Yessy Nur Endah Sary itu diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pelayanan kesehatan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian masyarakat hingga peningkatan kapasitas relawan kemanusiaan.

Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho mengatakan kemitraan dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran PMI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kehadiran dunia akademik memberikan nilai tambah yang besar bagi PMI, baik dari sisi keilmuan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan program yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kemanusiaan dan kesehatan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Adi, Musker 2026 juga menjadi forum penting untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban program kerja tahun 2025, memaparkan pelaksanaan program tahun 2026 serta menyusun rencana kegiatan tahun 2027.

“Musker PMI menjadi sarana evaluasi sekaligus perencanaan agar organisasi terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan berjalan sesuai prinsip-prinsip kemanusiaan,” jelasnya.

Selain membahas program kerja, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan hasil audit laporan keuangan PMI tahun buku 2025 dari Kantor Akuntan Publik Bambang, Sutjipto Ngumar dan Rekan kepada Ketua PMI Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas organisasi.

Ketua Bidang Organisasi PMI Provinsi Jawa Timur Muchamad Taufiq memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih PMI Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, keberhasilan PMI tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak.

“PMI Kabupaten Probolinggo telah menunjukkan perkembangan yang positif. Kunci keberhasilan organisasi kemanusiaan adalah kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi yang luas sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal,” ungkapnya.

Sementara Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Probolinggo Agus Mukson menyambut baik kerja sama yang terjalin antara PMI Kabupaten Probolinggo dan Unhasa Genggong. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan dan kesehatan di daerah.

“Saya mengucapkan selamat atas terjalinnya kerja sama antara PMI Kabupaten Probolinggo dan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong. Semoga kemitraan ini menjadi awal lahirnya berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat serta menginspirasi lahirnya kerja sama serupa dengan berbagai pihak lainnya,” ujarnya.

Agus menegaskan dukungan dari dunia pendidikan, pemerintah dan sektor lainnya akan semakin memperkuat kapasitas PMI dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

“Dengan kolaborasi yang semakin luas, PMI diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan program dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Melalui Musker 2026 dan penandatanganan kerja sama dengan Unhasa Genggong, PMI Kabupaten Probolinggo optimistis dapat memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, kesehatan dan kebencanaan sekaligus menghadirkan program-program yang lebih inovatif, adaptif dan berkelanjutan bagi masyarakat. (nab/zid)