Olahan Kentang Jadi Andalan, UMKM Tiris Didorong Naik Kelas


Tiris, Lensaupdate.com – Potensi kentang di Kabupaten Probolinggo terus didorong menjadi sumber nilai tambah bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sebanyak 50 pelaku UMKM olahan kentang di Kecamatan Tiris mengikuti bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kualitas produk yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur di Tiris Adventure Resort Desa Segaran Kecamatan Tiris, Kamis (20/8/2026).

Para peserta yang merupakan pelaku usaha olahan keripik mendapatkan pelatihan pengolahan produk dari narasumber Endang Tripuji Astuti dan Mahardika Ardha Amijaya dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Intan Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto didampingi Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Awit Setiawan.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan potensi kentang yang cukup besar harus mampu diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam mengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Kabupaten Probolinggo merupakan penghasil kentang terbesar kedua se-Jawa Timur setelah Kabupaten Pasuruan dengan kapasitas produksi 478 ribu ton dan luas lahan tanam 3.327 hektare,” katanya.

Menurutnya, kentang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga memperkuat daya saing produk UMKM lokal.

“Melalui kegiatan ini diharapkan peningkatan produktivitas dan kualitas produk, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk dan jangkauan pasar bagi produk olahan kentang,” jelasnya.

Sugeng menambahkan, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data semester pertama 2026, jumlah UMKM berizin di Kabupaten Probolinggo bertambah 19.614 usaha atau tumbuh 32,97 persen.

Dengan pertumbuhan tersebut, jumlah UMKM berizin mencapai 79.099 usaha dari total 87.327 UMKM yang terdata. Dari sisi permodalan, terjadi peningkatan sekitar Rp169 miliar atau 6,36 persen sehingga total modal mencapai Rp2,8 triliun.

Sementara penyerapan tenaga kerja UMKM juga meningkat sebanyak 39.424 orang atau 35,75 persen. Dengan demikian, total tenaga kerja yang terserap mencapai 149.711 orang.

“DKUPP Kabupaten Probolinggo akan terus hadir untuk meningkatkan tumbuh kembang UMKM lokal yang berkelas, melalui pendampingan fasilitasi perizinan berusaha, legalitas produk, pemasaran dan pembiayaan,” tegasnya.

Sugeng menjelaskan, kegiatan peningkatan kualitas produk tersebut sejalan dengan Program Prioritas SAE Ekonomi Kabupaten Probolinggo, khususnya program 2.000 UMKM Naik Kelas dan 3.000 Pengusaha Perempuan.

Sementara Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Awit Setiawan menyampaikan bimtek tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan serta kreativitas pelaku usaha dalam mengolah kentang menjadi produk yang memiliki nilai jual dan daya saing.

“Tujuannya untuk menginspirasi para pelaku usaha agar mengembangkan ide-ide kreatif dalam membuat produk yang mempunyai nilai jual dan dapat berinovasi dalam mengembangkan usahanya berbasis potensi daerah,” ujarnya.

Menurut Awit, pemanfaatan potensi daerah menjadi salah satu strategi penting dalam mengembangkan UMKM. Dengan keterampilan pengolahan yang semakin baik, pelaku usaha diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki peluang pasar lebih luas.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kegiatan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha peserta. “Semoga ilmu dan keterampilan yang kita peroleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat,” terangnya.

Awit juga mengajak peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh. Bantuan peralatan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usaha.

“Melalui bimtek ini kami berharap UMKM Kecamatan Tiris semakin mampu menghasilkan produk olahan yang berkualitas, inovatif dan kompetitif, sekaligus mengoptimalkan potensi kentang sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Bimtek tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Tiris untuk meningkatkan kualitas produk olahan kentang, memperluas pemasaran dan menjadikan potensi komoditas lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat. (riz/fas)

Baca Juga :