Maron, Lensaupdate.com - Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mendorong pelaku UMKM sektor olahan pangan untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Pesan tersebut disampaikan saat membuka pelatihan pengolahan frozen food berbahan dasar daging unggas yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo di kawasan Dam 8 Kecamatan Maron, Selasa (28/7/2026).
Pelatihan yang diikuti 50 pelaku industri kecil dari Kecamatan Maron dan Banyuanyar itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat daya saing UMKM sekaligus memperluas peluang usaha berbasis produk pangan olahan bernilai tambah.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Marisa tidak hanya membuka kegiatan secara resmi, tetapi juga turun langsung mengikuti praktik pembuatan dimsum bersama para peserta. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan industri rumahan yang dinilai memiliki potensi besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Ning Marisa, peluang bisnis frozen food terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk makanan yang praktis, higienis dan memiliki daya simpan lebih lama. Karena itu, pelaku usaha harus mampu menjaga kualitas produk agar tetap diminati konsumen.
"Ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus benar-benar dipahami dan diterapkan. Terutama bagi pelaku usaha frozen food, kualitas produk harus menjadi prioritas. Teknik pengolahan, pengemasan hingga distribusi harus diperhatikan agar mutu produk tetap terjaga meskipun dikirim ke berbagai daerah," ujarnya.
Ia menegaskan, kualitas rasa menjadi faktor utama yang menentukan loyalitas konsumen. Menurutnya, produk dengan kualitas terbaik akan tetap memiliki pasar meskipun dijual dengan harga yang sedikit lebih tinggi.
"Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus memberikan pelatihan, pendampingan dan dukungan kepada UMKM agar semakin berkembang. Yang harus terus ditingkatkan adalah kualitas dan rasa karena itulah yang pertama kali dinilai konsumen. Tidak masalah sedikit lebih mahal, selama kualitasnya terbaik, masyarakat akan tetap memilih produk tersebut," tegasnya.
Selain meningkatkan mutu produk, Ning Marisa juga mengajak pelaku usaha memanfaatkan pelatihan sebagai sarana memperluas wawasan, bertukar pengalaman serta membangun jaringan bisnis yang dapat mendukung perkembangan usaha di masa mendatang.
Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menjelaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal. Pembinaan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga mencakup pendampingan legalitas usaha hingga fasilitasi akses permodalan agar pelaku UMKM memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat.
"Kami tidak hanya mengajarkan cara membuat produk. Pelaku usaha yang belum memiliki legalitas akan kami dampingi hingga perizinannya lengkap. Setelah itu, jika membutuhkan tambahan modal, kami juga siap memfasilitasi akses pembiayaan sehingga usaha mereka dapat berkembang lebih cepat," jelasnya.
Sugeng menambahkan, DKUPP juga akan melakukan pendampingan pascapelatihan melalui forum komunikasi yang melibatkan perbankan, instansi terkait serta berbagai mitra usaha. Langkah tersebut dilakukan agar setiap kendala yang dihadapi pelaku UMKM dapat dicarikan solusi secara bersama.
"Program pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha frozen food yang menghasilkan produk berkualitas, memiliki legalitas usaha dan mampu memperluas pasar. Dengan meningkatnya daya saing UMKM, sektor ekonomi lokal di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin tumbuh sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat," terangnya.
Melalui sinergi antara DKUPP dan Dekranasda Kabupaten Probolinggo, pemerintah daerah optimistis industri olahan pangan berbasis UMKM akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (ren/zid)
