Kraksaan, Lensaupdate.com – Sebanyak 98 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memasuki masa purna tugas periode September hingga Desember 2026. Pelepasan para aparatur tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Probolinggo di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (20/8/2026).
Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris kepada 10 perwakilan PNS. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris menyampaikan penghargaan atas pengabdian para PNS yang telah menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat selama puluhan tahun.
Menurutnya, masa pensiun tidak semestinya dimaknai sebagai berakhirnya kesempatan untuk memberikan manfaat. Berakhirnya status sebagai PNS justru menjadi awal bagi para purna tugas untuk menjalani fase kehidupan baru sekaligus tetap berkontribusi di tengah masyarakat.
“Ada satu kata sederhana yang ingin saya sampaikan pada hari ini, yaitu terima kasih. Terima kasih atas waktu yang panjang, terima kasih atas kesabaran yang panjenengan berikan selama ini, terima kasih atas tenaga dan pikiran dan yang terakhir terima kasih atas pengabdian,” kata Haris.
Ia mengibaratkan masa purna tugas sebagai gerbang menuju kehidupan baru. Setelah tidak lagi menjalankan rutinitas kedinasan, para purna tugas memiliki kesempatan lebih luas untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati waktu bersama anak serta cucu.
“Saya lebih suka menyampaikan bahwa hari ini adalah pelepasan menuju gerbang kehidupan yang baru, bukan pemberhentian. Karena yang berhenti ini hanya status PNS, tetapi besar harapan saya, purna tugas boleh berhenti hari ini, tetapi pengabdian itu menjadi kewajiban kita semua sampai akhir hayat,” jelasnya.
Bupati Haris juga menyoroti pengalaman panjang yang dimiliki para purna tugas. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting yang dapat diwariskan kepada aparatur generasi berikutnya.
“Panjenengan ini adalah orang-orang yang sarat dengan pengalaman. Yang muda-muda sejatinya harus belajar banyak dengan panjenengan yang ada di depan sini,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman para purna tugas tetap dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan. Masukan dan pemikiran dari para mantan aparatur dinilai dapat menjadi bahan berharga dalam menyempurnakan kebijakan.
“Pengabdian jangan pernah hilang. Pengabdian jangan pernah hilang,” tegas Haris.
Menurutnya, pembangunan Kabupaten Probolinggo merupakan pekerjaan bersama yang berlangsung secara berkelanjutan. Setiap pemerintahan memiliki peran untuk meneruskan sekaligus menyempurnakan hasil kerja generasi sebelumnya.
“Pembangunan ini tentunya estafet, tidak hanya hasil dari satu pemerintahan dan satu bupati, satu sekda, satu OPD, tetapi berkelanjutan. Tentunya ada yang memulai, ada yang meneruskan, ada yang menyempurnakan,” terangnya.
Bupati Haris kemudian mengajak para purna tugas untuk terus memberikan kontribusi berdasarkan kapasitas dan pengalaman yang dimiliki.
“Tolong bantu kami berdasarkan pengalaman panjenengan, bagaimana membuat Kabupaten Probolinggo ini betul-betul sejahtera, amanah, religius dan eksis berdaya saing,” tambahnya.
Sementara Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto menjelaskan bahwa pelepasan tersebut merupakan bentuk penghormatan pemerintah daerah kepada aparatur yang telah mengabdikan diri dalam waktu panjang.
Hari menyebut jumlah PNS yang memasuki masa purna tugas di Kabupaten Probolinggo rata-rata mencapai 300 hingga 350 orang setiap tahun. Pada 2026, Pemkab Probolinggo juga tidak melaksanakan rekrutmen CPNS sebagai bagian dari upaya menormalkan kondisi anggaran gaji pegawai.
“Ini adalah sebuah momen yang sangat berharga bagi kami. Saya yakin Bapak-Ibu ini sudah lebih dari 30 tahun mengabdi, bahkan ada yang mungkin mendekati 40 tahun, terutama Bapak-Ibu guru,” ungkapnya.
Tidak hanya pelepasan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi pengurusan dana pensiun. Para PNS diberikan penjelasan mengenai administrasi yang perlu disiapkan setelah memasuki masa purna tugas.
“Biasanya kalau pensiun itu hanya seremonial dalam rangka pengurusan dana pensiun. Hari ini kita rangkaikan sekaligus dengan sosialisasi atau penjelasan berkaitan dengan pengurusan dana pensiun, sehingga ke depan setelah pensiun nanti kita tetap membantu proses administrasinya,” jelas Hari.
Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari turut memberikan apresiasi terhadap para PNS yang memasuki masa purna tugas. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda atau kegiatan sehari-hari. Lebih dari itu, merupakan kesempatan bagi kami untuk bersilaturahmi, menyambung komunikasi sekaligus memberikan penghargaan kepada Bapak dan Ibu yang akan memasuki masa purna tugas,” ujarnya.
Siska menambahkan, hubungan Bank Jatim dengan masyarakat dibangun tidak hanya melalui aktivitas transaksi, tetapi juga melalui kepercayaan dan hubungan jangka panjang.
“Bagi kami, hubungan dengan masyarakat itu bukan hanya transaksi. Kami ingin membangun hubungan yang lebih panjang, hubungan yang tumbuh dari kepercayaan, kenyamanan dan rasa saling menjaga,” lanjutnya.
Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara Bank Jatim dengan Pemkab Probolinggo semakin kuat sehingga dapat mendukung pembangunan serta perekonomian daerah.
“Semoga setelah ini dapat menjadi awal semakin eratnya komunikasi yang semakin baik dan kerja sama yang semakin kuat antara Bank Jatim dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (nab/zid)
Baca Juga :
