Mahasiswa Unuja Pelajari Ekonomi Budidaya Ikan di UPT PBATP Pabean


Dringu, Lensaupdate.com - Lima mahasiswa Universitas Nurul Jadid (Unuja) dari Jurusan Ekonomi mendapatkan pengalaman langsung mempelajari pengelolaan usaha perikanan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) di UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Payau (PBATP) Pabean, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan PKL berlangsung selama dua pekan, mulai 3 hingga 14 Agustus 2026. Selama berada di UPT PBATP Pabean, para mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya ikan, tetapi juga melihat bagaimana kegiatan perikanan dapat dikembangkan dari perspektif ekonomi.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Berbagai tahapan budidaya ikan diamati dan diikuti secara langsung, mulai dari persiapan hingga proses pemanenan.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Aziz mengatakan, PKL tersebut diharapkan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai hubungan antara ilmu ekonomi dan sektor perikanan.

“Mahasiswa tidak hanya kami arahkan untuk melihat kegiatan budidaya ikan secara teknis, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut memiliki nilai ekonomi. Dari sini mereka bisa melihat bahwa ilmu ekonomi dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan usaha perikanan,” ujarnya.

Menurut Wahid, pengalaman lapangan penting karena mahasiswa dapat memahami proses produksi perikanan secara lebih utuh. Keberhasilan budidaya ikan, kata dia, tidak hanya bergantung pada kemampuan memelihara ikan, tetapi juga pada bagaimana sumber daya dikelola secara efektif dan efisien.

Mulai dari persiapan kolam, pengelolaan benih, pemberian pakan hingga panen, setiap tahapan membutuhkan perhitungan. Pengelola harus mempertimbangkan penggunaan sumber daya, biaya produksi serta kebutuhan sarana dan prasarana.

“Mulai dari persiapan kolam, pengelolaan benih, pemberian pakan sampai panen semuanya memiliki perhitungan. Ada penggunaan sumber daya, biaya produksi dan kebutuhan sarana yang harus dikelola dengan baik,” jelasnya.

Selama menjalani PKL, kelima mahasiswa Unuja terlibat dalam berbagai kegiatan di UPT PBATP Pabean. Aktivitas tersebut antara lain persiapan kolam, grading benih, pemberian pakan, pembuatan pakan ikan secara mandiri hingga proses pemanenan.

Keterlibatan langsung tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai proses budidaya ikan sejak tahap awal hingga menghasilkan komoditas yang siap dipasarkan.

Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk menghubungkan teori ekonomi dengan kondisi usaha perikanan yang sebenarnya.

Wahid menilai latar belakang mahasiswa dari Jurusan Ekonomi memberikan perspektif tersendiri dalam kegiatan PKL. Mereka dapat melihat kegiatan budidaya bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek efisiensi dan nilai ekonominya.

Aspek yang dapat dipelajari meliputi biaya produksi, penggunaan pakan, pengelolaan sarana dan prasarana, kebutuhan tenaga kerja hingga potensi nilai tambah dari hasil budidaya.

“Harapannya, setelah melihat langsung prosesnya, mahasiswa bisa memahami bagaimana sebuah kegiatan budidaya dapat dikelola supaya lebih efisien dan memberikan nilai tambah. Ini penting karena sektor perikanan juga memiliki peluang ekonomi yang cukup besar,” harapnya.

Menurut Wahid, kegiatan PKL juga diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang usaha di sektor perikanan. Pengalaman selama berada di UPT PBATP Pabean dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melihat potensi usaha perikanan dengan pendekatan yang lebih terukur.

Mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai bagaimana ikan dibudidayakan, tetapi juga mampu melihat bagaimana kegiatan tersebut dapat dikelola menjadi usaha yang produktif.

“Yang kami harapkan bukan hanya pengalaman teknis, tetapi mahasiswa juga mampu melihat peluang. Bagaimana sumber daya yang ada bisa dikelola dengan baik sehingga menghasilkan manfaat ekonomi dan dapat dikembangkan menjadi usaha,” ungkapnya.

Pembelajaran langsung tersebut juga memberikan pemahaman bahwa sektor perikanan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aspek ekonomi. Efisiensi penggunaan pakan, pengelolaan biaya, produktivitas kolam serta hasil panen menjadi bagian yang menentukan keberlanjutan usaha.

Bagi mahasiswa ekonomi, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan analisis untuk melihat bagaimana sebuah kegiatan produksi berjalan di lapangan.

Selama dua pekan mengikuti PKL, berbagai aktivitas dan kondisi yang ditemui mahasiswa menjadi bagian dari bahan penyusunan laporan. Pengalaman tersebut kemudian dapat dianalisis sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Wahid berharap kegiatan PKL tersebut memberikan manfaat bagi proses akademik sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia kerja.

“Kami berharap pengalaman di UPT PBATP Pabean ini bisa menjadi bekal bagi mereka. Ilmu yang diperoleh di kampus dapat mereka lihat penerapannya secara langsung, khususnya bagaimana ekonomi dan perikanan bisa saling berkaitan,” tambahnya.

Kegiatan PKL lima mahasiswa Unuja tersebut berakhir pada Jumat (14/8/2026). Pengalaman selama berada di UPT PBATP Pabean diharapkan menjadi tambahan pengetahuan bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studi sekaligus mengenal lebih dekat potensi ekonomi sektor perikanan budidaya di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)

Baca Juga :