Kraksaan, Lensaupdate.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Probolinggo mengirimkan dokter relawan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim yang tergabung dalam “IDI Kabupaten Probolinggo Peduli NTT” tersebut menjalankan misi kemanusiaan mulai 19 Agustus hingga 2 September 2026.
Keberangkatan para dokter relawan menjadi bentuk kepedulian IDI Cabang Kabupaten Probolinggo terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan pelayanan kesehatan pascabencana. Selain memberikan bantuan medis, tim juga melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi mengatakan keterlibatan dokter dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan pengabdian profesi.
“Keberangkatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas IDI Cabang Kabupaten Probolinggo. Kami ingin hadir membantu masyarakat terdampak gempa sesuai dengan kompetensi yang kami miliki,” ujarnya.
Menurut Syahrudi, tim relawan tidak hanya datang untuk memberikan pelayanan medis secara langsung. Mereka juga akan melakukan inspeksi, pengamatan serta asesmen kondisi di lokasi bencana.
Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan kesehatan masyarakat dapat dipetakan secara lebih akurat. Data yang diperoleh dari lapangan nantinya menjadi bahan untuk menentukan bentuk dukungan yang diperlukan.
“Kami perlu melihat langsung kondisi di lapangan. Dari hasil asesmen itu nantinya bisa diketahui kebutuhan tenaga medis, obat-obatan, peralatan kesehatan maupun dukungan lainnya,” jelasnya.
Syahrudi menegaskan asesmen menjadi bagian penting dalam respons kesehatan terhadap situasi bencana. Dengan mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, bantuan lanjutan dapat disiapkan sesuai kebutuhan dan tidak hanya berdasarkan perkiraan.
“Jadi bukan hanya berangkat dan memberikan bantuan, tetapi juga melakukan pemetaan kebutuhan. Hasilnya akan menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi dan menentukan dukungan medis selanjutnya,” terangnya.
Pengiriman relawan tersebut juga menjadi bagian dari keterlibatan dokter dalam Satgas Emergency Medical Team (EMT) IDI Jawa Timur. Meski demikian, keberangkatan tim tetap membawa semangat pengabdian dari IDI Cabang Kabupaten Probolinggo untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Sebagai Ketua EMT IDI Provinsi Jawa Timur, Syahrudi memahami bahwa pelayanan kesehatan dalam situasi bencana memiliki tantangan berbeda dibandingkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
Dokter relawan dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental serta mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan yang dinamis. Kemampuan bekerja dalam tim dan membangun koordinasi juga menjadi bagian penting selama menjalankan misi kemanusiaan.
“Dalam situasi bencana, kita harus siap dengan berbagai kondisi. Yang terpenting adalah bagaimana tim bisa bekerja bersama, cepat beradaptasi dan memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi para dokter yang secara sukarela bersedia terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesediaan para tenaga medis untuk turun langsung ke daerah terdampak menunjukkan kuatnya semangat solidaritas dan kemanusiaan di kalangan dokter.
Syahrudi berharap seluruh anggota tim diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan tugas. Ia juga berharap keberadaan dokter relawan dapat membantu meringankan kondisi masyarakat yang terdampak gempa.
“Kami berharap teman-teman relawan diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan tugas. Semoga apa yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak,” tambahnya.
Pengiriman dokter relawan ini sekaligus mempertegas komitmen IDI Cabang Kabupaten Probolinggo untuk berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Pengabdian dokter tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan dalam kondisi normal, tetapi juga diwujudkan dengan kesiapsiagaan membantu masyarakat dalam situasi bencana dan keadaan darurat.
Melalui kehadiran tim IDI Kabupaten Probolinggo Peduli NTT, dukungan kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat terdampak sekaligus menghasilkan pemetaan kebutuhan medis yang dapat menjadi dasar bagi penanganan dan bantuan kesehatan berikutnya. (nab/zid)
Baca Juga :
