Kraksaan, Lensaupdate.com - Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Kabupaten Probolinggo memperkuat sinergi dengan pemerintah dan Kementerian Haji dan Umrah untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta pendampingan jemaah haji dan umrah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FK KBIHU Kabupaten Probolinggo masa bakti 2025–2030 di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (11/8/2026).
Kepengurusan DPD FK KBIHU Kabupaten Probolinggo yang dipimpin Muhammad dikukuhkan langsung oleh Ketua DPW FK KBIHU Provinsi Jawa Timur KH. Habib Abu Bakar Assegaf. Prosesi pengukuhan tersebut disaksikan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ dan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan.
Sejumlah pengurus KBIHU se-Kabupaten Probolinggo turut hadir. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara FK KBIHU, Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Kementerian Haji dan Umrah dalam memastikan jemaah memperoleh pembinaan dan pendampingan yang optimal.
Ketua DPD FK KBIHU Kabupaten Probolinggo Muhammad mengatakan pengukuhan kepengurusan bukan sekadar agenda organisasi. Menurutnya, momentum tersebut menjadi langkah awal memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, khususnya Kementerian Haji dan Umrah sebagai mitra strategis.
“Tujuan utama pengukuhan ini adalah menjalin komunikasi dengan mitra strategis, terutama Kementerian Haji dan Umrah. Ke depan, DPD FK KBIHU dapat terus bersilaturahmi, berkoordinasi dan berkolaborasi untuk mengawal jemaah haji agar menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Muhammad menegaskan peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari kualitas pengurus dan pembimbing. Para pembimbing dituntut memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai sehingga mampu memberikan pendampingan sesuai kebutuhan jemaah.
Saat ini terdapat 11 KBIHU yang berada dalam koordinasi DPD FK KBIHU Kabupaten Probolinggo. Selain itu, terdapat KBIHU yang masih dalam proses pengajuan izin.
“Yang kami utamakan adalah koordinasi antara DPD FK KBIHU, KBIHU dan pemerintah. Tujuannya satu, bagaimana kita bisa memberikan pelayanan dan pendampingan kepada jemaah Kabupaten Probolinggo dengan sebaik-baiknya,” terangnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan menilai FK KBIHU memiliki posisi penting sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembinaan haji dan umrah.
“Sebagai mitra strategis Kementerian Haji dan Umrah, FK KBIHU diharapkan mampu ikut mendorong peningkatan kualitas layanan, terutama dari sisi bimbingan manasik dan pendampingan jemaah,” ujarnya.
Barzan berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus meningkatkan kualitas pembinaan. Menurutnya, jemaah membutuhkan bekal pengetahuan yang memadai sebelum melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ turut menekankan pentingnya pendampingan secara menyeluruh. Menurutnya, kebutuhan setiap jemaah berbeda sehingga pembimbing perlu memahami kondisi, usia dan kemampuan masing-masing jemaah.
“Kebutuhan setiap jemaah tidak selalu sama. Perbedaan usia, kemampuan memahami informasi hingga kondisi masing-masing jemaah perlu menjadi perhatian para pembimbing,” ungkapnya.
Fahmi menambahkan, pembekalan kepada jemaah tidak cukup hanya berkaitan dengan teknis perjalanan. Pemahaman keagamaan juga harus diperkuat agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah sesuai tuntunan.
“Saya mohon kepada seluruh pihak untuk terus meningkatkan pendampingan dan memberikan pembekalan pengetahuan, sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Menurut Fahmi, perjalanan ibadah haji merupakan pengalaman penting bagi setiap jemaah. Karena itu, pelayanan harus diberikan secara maksimal melalui informasi yang jelas, pendampingan responsif serta komunikasi yang kuat antara KBIHU, pemerintah dan pihak terkait.
“Jangan sampai ada jemaah yang mengalami kesulitan karena kurangnya informasi atau pendampingan. Harapannya jemaah Kabupaten Probolinggo tidak hanya dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, tetapi juga memperoleh pemahaman keagamaan yang semakin baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Ketua DPW FK KBIHU Provinsi Jawa Timur KH. Habib Abu Bakar Assegaf mengingatkan bahwa kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh kebersamaan seluruh pengurus dan anggota.
“Keberhasilan FK KBIHU tidak cukup ditentukan oleh struktur kepengurusan. Organisasi akan berjalan kuat apabila seluruh pengurus mampu membangun komunikasi dan bekerja bersama dalam menghadapi berbagai persoalan,” terangnya.
Habib Abu Bakar meminta hubungan antara pengurus, KBIHU dan mitra penyelenggara haji terus dipelihara. Setiap pihak harus menjalankan tugas sesuai perannya sekaligus saling mendukung dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
“Kita harus selalu sejajar, saling berkomunikasi dan bersama-sama mencari penyelesaian yang baik. Itu kuncinya dalam menjalankan organisasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan untuk mendampingi calon jemaah umrah dan jemaah haji merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kebutuhan jemaah harus menjadi perhatian utama.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita memberikan pelayanan dengan baik. Jangan berjalan sendiri, tetapi harus saling membantu dan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang kita layani,” pungkasnya. (nab/zid)
Baca Juga :
