Kraksaan, Lensaupdate.com - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo mulai melakukan verifikasi terhadap calon jemaah yang diperkirakan masuk kuota keberangkatan ibadah haji tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan administrasi maupun kondisi calon jemaah sebelum proses penetapan keberangkatan.
Sebanyak 70 calon jemaah haji yang masuk estimasi kuota tahun 2027 diundang ke Kantor Kemenhaj Kabupaten Probolinggo, Senin (20/7/2026), guna mengikuti proses verifikasi sekaligus mendapatkan sosialisasi mengenai tahapan penyelenggaraan ibadah haji.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan setiap calon jemaah benar-benar siap berangkat sesuai jadwal yang telah diperkirakan.
"Verifikasi ini penting untuk memastikan apakah calon jemaah benar-benar siap berangkat pada tahun 2027 atau memilih menunda keberangkatan karena alasan tertentu, seperti kondisi kesehatan, kemampuan ekonomi maupun faktor lainnya. Bagi yang menunda, tetap memiliki hak berangkat pada tahun berikutnya dengan melengkapi surat pernyataan bermaterai," katanya.
Selain memastikan kesiapan calon jemaah, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap berbagai persyaratan administrasi, mulai dari status jemaah prioritas lanjut usia yang meninggal dunia, ketentuan masa tunggu minimal 18 tahun bagi jemaah yang pernah berhaji hingga verifikasi usia sesuai ketentuan yang berlaku.
Barzan juga menghimbau masyarakat yang memiliki nomor porsi sebelum 19 Januari 2013 tetapi belum berangkat agar segera melakukan konfirmasi ke Kantor Kemenhaj Kabupaten Probolinggo. Hal yang sama berlaku bagi calon jemaah yang keberangkatannya sempat tertunda pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kami juga mengingatkan masyarakat yang memiliki nomor porsi keberangkatan sebelum 19 Januari 2013 tetapi belum berangkat agar segera melakukan konfirmasi ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo. Demikian pula jemaah yang seharusnya berangkat pada tahun-tahun sebelumnya namun tertunda, wajib melapor agar dapat dilakukan verifikasi kembali," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenhaj Kabupaten Probolinggo juga memberikan pembekalan awal mengenai penyelenggaraan ibadah haji, termasuk mekanisme penggabungan mahram, pendampingan jemaah serta pentingnya menjaga kondisi kesehatan sejak dini.
Menurut Barzan, kesiapan fisik dan finansial perlu dipersiapkan jauh sebelum keberangkatan agar seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji dapat diikuti dengan baik.
"Kami mengajak seluruh calon jemaah mulai menjaga kesehatan dari sekarang agar saat memasuki tahapan keberangkatan kondisinya benar-benar prima. Kami juga menyampaikan perkiraan pelunasan biaya haji yang kemungkinan dimulai sekitar Agustus hingga September 2026, sehingga calon jemaah dapat menyiapkan manajemen keuangan sejak sekarang. Jika pelunasan sudah selesai, mereka bisa lebih fokus mempersiapkan kebutuhan ibadah haji lainnya," tambahnya.
Melalui verifikasi ini, Kemenhaj Kabupaten Probolinggo berharap seluruh calon jemaah haji yang diproyeksikan berangkat pada tahun 2027 dapat memenuhi seluruh persyaratan administrasi, menjaga kesehatan serta mempersiapkan diri sejak dini sehingga proses penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan lancar. (nab/zid)
