Wonomerto, Lensaupdate.com – Kekhawatiran terhadap penyakit pada ternak ayam dan keamanan produk pangan asal hewan mendapat perhatian serius. Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melakukan uji pullorum terhadap 601 sampel darah dan serum ternak di PT Malindo Feedmill Tbk, Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto, Kamis (20/8/2026).
Hasil pemeriksaan memberikan kabar positif. Dari seluruh sampel yang diuji, tidak ditemukan satu pun sampel yang positif pullorum.
Pengujian tersebut melibatkan Diperta Kabupaten Probolinggo, UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan kesehatan hewan sekaligus memastikan produk pangan asal hewan tetap memenuhi aspek keamanan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak melalui pengujian laboratorium.
“Jadi hari ini kami melakukan uji pullorum di PT Malindo Feedmill Tbk. Dalam kegiatan ini ada tiga unsur yang terlibat meliputi UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Malang, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Diperta Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Niko menyebut hasil pemeriksaan terhadap 601 sampel tersebut menunjukkan hasil menggembirakan. Seluruh sampel dinyatakan negatif pullorum.
“Alhamdulillah hasilnya baik. Dari 601 sampel darah dan serum yang kita lakukan uji, semuanya negatif, tidak ada yang positif,” jelasnya.
Hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ternak ayam yang diperiksa tidak terindikasi terinfeksi penyakit pullorum berdasarkan pengujian yang dilakukan.
Meski demikian, Niko menegaskan pengawasan kesehatan ternak tidak boleh berhenti pada satu kali pemeriksaan. Uji pullorum perlu dilakukan secara berkala untuk mendeteksi penyakit sejak dini dan mencegah kemungkinan penyebarannya.
“Uji pullorum ini memang ada waktunya dan dilaksanakan secara rutin kepada unit usaha seperti PT Malindo Feedmill Tbk. Tujuannya untuk menjaga keamanan pangan produk pangan asal hewan berupa telur yang dikonsumsi oleh masyarakat,” terangnya.
Menurutnya, menjaga kesehatan ternak merupakan bagian penting dalam memastikan keamanan produk yang dihasilkan. Karena itu, pengelolaan peternakan harus dibarengi dengan penerapan sanitasi dan pemeriksaan kesehatan secara konsisten.
“Pencegahannya yang pertama adalah membuat sanitasi kandang. Kemudian kesehatan ternak juga harus dijaga secara rutin supaya ternak bebas dari bakteri penyebab penyakit,” tegasnya.
Pengawasan tersebut juga berkaitan langsung dengan perlindungan konsumen. Produk hasil peternakan yang dikonsumsi masyarakat harus berasal dari ternak yang terjaga kesehatannya dan dikelola dengan standar kebersihan yang baik.
“Selain ternaknya sehat, produk hasil ternaknya berupa telur juga diharapkan bebas dari bakteri penyebab penyakit sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat,” lanjutnya.
Ia menambahkan pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kualitas peternakan. Dengan pemeriksaan secara berkala, potensi penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat segera dilakukan.
Hasil negatif dari 601 sampel tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan jaminan terhadap kesehatan ternak dan keamanan pangan asal hewan yang beredar di masyarakat.
“Langkah ini diharapkan dapat menjaga kesehatan dan produktivitas ternak sekaligus mendukung tersedianya produk pangan asal hewan yang sehat, aman dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (cit/fas)
Baca Juga :
.jpeg)