Pakuniran, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat pengendalian penyakit unggas melalui langkah deteksi dini guna menjamin keamanan pangan asal hewan. Upaya tersebut diwujudkan dengan memfasilitasi pelaksanaan uji pullorum pada unggas milik PT Ishub yang berlokasi di Desa Bimo Kecamatan Pakuniran, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang serta mendapat pendampingan dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Uji pullorum merupakan bagian dari strategi pengendalian penyakit unggas berbasis biosekuriti yang bertujuan melindungi kesehatan hewan sekaligus meningkatkan kualitas produk unggas, khususnya telur.
Pelaksanaan uji pullorum dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto didampingi drh. Indri Salespi dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur serta Kepala UPT Labkeswan Malang drh. Lisa Nadia.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kabid Keswan dan Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto menjelaskan uji pullorum bertujuan untuk memastikan produk unggas, khususnya telur yang dihasilkan, aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
“Pengujian ini dilakukan sebagai upaya menjamin keamanan pangan produk unggas, terutama telur, agar terbebas dari penyakit yang dapat merugikan konsumen maupun pelaku usaha,” ujarnya.
Dari total populasi ayam petelur jenis ISA milik PT Ishub yang berjumlah lebih dari 20 ribu ekor, dilakukan pengambilan sampel sebanyak 216 ekor ayam untuk diuji secara langsung di lapangan. “Hasil uji pullorum ini akan menjadi dasar evaluasi status kesehatan unggas serta menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan,” jelasnya.
Selain pengambilan sampel, tim juga melakukan penilaian terhadap sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan uji pullorum. Beberapa catatan perbaikan disampaikan, terutama terkait optimalisasi fasilitas pengujian serta peningkatan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Menurut Niko, PT Ishub merupakan unit usaha perunggasan yang bergerak di sektor petelur dan breeding farm dengan penerapan biosekuriti yang relatif baik. “Dari sisi biosekuriti sudah cukup bagus, namun tetap perlu peningkatan secara berkelanjutan agar hasilnya semakin optimal,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa uji pullorum memiliki peran penting dalam memastikan produk unggas bebas dari bakteri Salmonella. “Harapannya, produk unggas yang dihasilkan benar-benar aman, higienis dan memiliki daya saing tinggi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Diperta Kabupaten Probolinggo juga memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada pengelola usaha mengenai pentingnya pelaksanaan uji pullorum secara rutin dan berkelanjutan.
Sementara drh. Indri Salespi dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menekankan uji pullorum harus dilakukan secara kontinyu sebagai bagian dari pengendalian penyakit unggas. “Pengujian ini tidak boleh bersifat insidental, tetapi harus dilakukan secara berkala,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala UPT Labkeswan Malang drh. Lisa Nadia yang menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung pelaksanaan uji pullorum. “Kami siap memfasilitasi unit usaha perunggasan dalam menjaga kesehatan hewan dan keamanan pangan,” pungkasnya. (ren/zid)
