Tegalsiwalan, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melaksanakan kegiatan uji Pullorum di PT Malindo Feedmill Tbk Farm III Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 49.286 sampel darah ayam diambil untuk dilakukan pemeriksaan Pullorum. Kegiatan ini melibatkan tim dari Diperta Kabupaten Probolinggo, UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang serta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut drh. Desi dari UPT Labkeswan Malang, drh. Indri Salespi dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur serta Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Novita Dwi Setyorini.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan uji Pullorum sangat penting dilakukan untuk mendeteksi penyakit berak kapur atau berak putih pada ayam yang disebabkan bakteri Salmonella pullorum.
“Uji Pullorum ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya penyakit berak kapur pada unggas sehingga dapat mencegah penularan baik secara vertikal dari induk ke telur maupun secara horizontal dari unggas pembawa penyakit ke unggas sehat lainnya,” ujarnya.
Menurut Niko, hasil uji tersebut juga menjadi dasar penerbitan sertifikat bebas Pullorum bagi perusahaan pembibitan ayam sehingga DOC atau anak ayam umur sehari dipastikan bebas dari penyakit tersebut.
“Kalau perusahaan sudah dinyatakan bebas Pullorum, maka DOC yang dihasilkan juga dipastikan bebas Pullorum. Ini sangat penting untuk menjaga kualitas dan kesehatan unggas sejak awal,” jelasnya.
Niko menjelaskan penyakit Pullorum termasuk penyakit zoonosis yang berpotensi menular dari hewan ke manusia, meskipun kasus pada manusia relatif jarang dan tidak seberat penyakit zoonosis lainnya seperti antraks.
“Penularan ke manusia bisa terjadi melalui konsumsi daging yang terpapar bakteri salmonella maupun kontak langsung dengan kotoran ayam yang terinfeksi. Karena itu higiene dan sanitasi harus benar-benar dijaga,” terangnya.
Lebih lanjut Niko berharap melalui pelaksanaan uji Pullorum secara rutin, keamanan produk peternakan seperti telur dan daging ayam dapat tetap terjamin untuk masyarakat.
“Harapan kami, melalui pengawasan dan uji Pullorum ini keamanan telur maupun daging ayam tetap terjaga dengan baik sehingga masyarakat merasa aman dalam mengonsumsi produk unggas,” pungkasnya. (ren/zid)
