Pajarakan, Lensaupdate.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui kegiatan Latihan Gabungan dan Ajang Kreasi Palang Merah Remaja (Laga Aksi Praja) VII tahun 2026 yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Probolinggo Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan, Sabtu dan Minggu (16-17/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan PMI Kabupaten Probolinggo melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Timur tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Probolinggo Sudjono didampingi Korwil Timur PMI Kabupaten Probolinggo Helman.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan kontingen PMR sebagai tanda dimulainya kegiatan pembinaan generasi muda PMI tersebut.
Sebanyak 21 kontingen ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari 11 kontingen PMR tingkat madya dan 10 kontingen PMR tingkat wira. Total peserta mencapai 403 orang dengan didampingi 42 pembina serta 30 panitia dan asisten panitia.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai lomba dan pelatihan seperti pembuatan tandu darurat, lomba sang juara, musikalisasi puisi, senam kreasi PMR, pembuatan logo hingga lomba kebersihan dan kerapian tenda. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) siswa.
Korwil Timur PMI Kabupaten Probolinggo Helman mengatakan Laga Aksi Praja menjadi sarana penting dalam meningkatkan kemampuan anggota PMR melalui pendekatan keterampilan hidup dan kegiatan yang edukatif.
“Latihan gabungan dengan pendekatan keterampilan hidup ini menjadi ajang pertemuan anggota PMR untuk saling berbagi, mengevaluasi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan secara seimbang dalam suasana gembira dan partisipatif. Kegiatan ini menjadi sarana penerapan Tri Bakti PMR sekaligus pengembangan kapasitas sumber daya manusia PMI sejak usia pelajar,” ungkapnya.
Sementara Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Probolinggo Sudjono menilai keberadaan PMR memiliki arti strategis dalam menyiapkan kader-kader kemanusiaan di masa depan.
“Alhamdulillah, selama ini teman-teman di PMR bersama para pembina selalu siap melaksanakan berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun kegiatan bersama. Ini memiliki arti penting bagi kami para pengurus PMI karena ke depan akan ada calon-calon pengganti,” ujarnya.
Menurut Sudjono, PMI tidak hanya bergerak dalam pelayanan donor darah, tetapi juga memiliki peran besar dalam penanganan bencana, kekeringan dan aksi sosial kemasyarakatan lainnya.
“Kehadiran PMI di masyarakat benar-benar dibutuhkan. Tidak hanya donor darah, tetapi juga kesiapan menangani bencana, kekeringan dan kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.
Ia berharap pembinaan PMR dapat melahirkan generasi muda yang tangguh, peduli dan memiliki jiwa kepemimpinan sosial sejak usia pelajar.
“PMR bukan tempat mencari sesuatu, tetapi tempat belajar sosial dan kepedulian. Prinsip-prinsip PMI mengajarkan nilai kemanusiaan agar mereka menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan dan sesama,” tambahnya.
Melalui kegiatan Laga Aksi Praja VII ini, PMI Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak sekolah membentuk PMR mulai tingkat mula, madya hingga wira sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang berjiwa kemanusiaan dan siap mengabdi kepada masyarakat. (nab/zid)
.jpeg)