Malang, Lensaupdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia) dengan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan (nakes) melalui pelatihan perawatan jangka panjang lansia. Upaya ini dilakukan untuk menjawab tantangan meningkatnya jumlah penduduk lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Pelatihan yang digelar di UPT Latkesmas Murnajati Malang tersebut diikuti oleh 30 tenaga kesehatan dari 30 puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode blended learning, yaitu pembelajaran daring pada 22 hingga 24 Juli 2026 yang dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka pada 27 hingga 30 Juli 2026.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari konsep proses penuaan, sindrom geriatri, Integrated Care for Older People (ICOPE), pelayanan kesehatan gigi dan mulut lansia, rehabilitasi medik, pelayanan gizi, kesehatan jiwa, latihan fisik, komunikasi efektif hingga penyusunan rencana asuhan dan dukungan sosial bagi lansia.
Tidak hanya itu, para tenaga kesehatan juga dibekali keterampilan melakukan perawatan lansia di rumah, mendampingi keluarga atau caregiver, melakukan pengkajian kapasitas intrinsik, serta menyusun sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan lansia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika mengatakan peningkatan angka harapan hidup menyebabkan jumlah lansia terus bertambah sehingga pelayanan kesehatan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.
"Lansia memiliki kondisi kesehatan yang berbeda dengan kelompok usia lainnya. Mereka lebih rentan mengalami penurunan fungsi tubuh, penyakit penyerta, malnutrisi hingga gangguan mobilitas. Karena itu pelayanan kesehatan harus semakin berkualitas sejak di tingkat puskesmas," katanya.
Menurut Nina, puskesmas menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan lansia. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan perlu memiliki kemampuan melakukan penilaian kondisi lansia secara cepat dan tepat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
"Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang menyeluruh, mulai dari deteksi dini, edukasi, pendampingan keluarga hingga perawatan jangka panjang bagi lansia di masyarakat," jelasnya.
Nina berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke wilayah kerja masing-masing. Dengan kompetensi yang semakin baik, pelayanan kesehatan lansia di seluruh puskesmas di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin optimal serta mampu mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup para lanjut usia.
"Harapan kami, tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang profesional, humanis dan berkesinambungan. Dengan dukungan keluarga serta masyarakat, para lansia dapat tetap sehat, mandiri, produktif dan menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik," pungkasnya.
Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus mempersiapkan sistem pelayanan yang lebih siap menghadapi peningkatan populasi lansia di masa mendatang. (nab/zid)
