TP PKK Kabupaten Probolinggo Perkuat Kemandirian Ekonomi Keluarga Lewat Bimtek Kampung Mandiri


Kraksaan, Lensaupdate.com - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Probolinggo terus memperkuat peran kader PKK dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui bimbingan teknis (Bimtek) pembentukan Kampung Mari Produksi Sendiri (Kampung Mandiri) bagi TP PKK Kecamatan serta TP PKK Desa/Kelurahan se-Kabupaten Probolinggo di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (29/6/2026).

Kegiatan yang diikuti 397 peserta ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat implementasi Program Gelari Pelangi (Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi). Program tersebut diarahkan untuk mewujudkan desa dan kelurahan yang mandiri, produktif serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui optimalisasi potensi lokal.

Bimtek dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani'ah Fahmi AHZ mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Probolinggo Ninuk Yulius Christian, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Pokja II TP PKK Kecamatan, Ketua Pokja II TP PKK Desa/Kelurahan se-Kabupaten Probolinggo serta para narasumber.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani'ah Fahmi AHZ mengatakan bimtek ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas kader PKK dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui penguatan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.

Menurutnya, Program Gelari Pelangi merupakan salah satu program unggulan Pokja II PKK yang memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang mandiri, produktif dan sejahtera melalui peningkatan kualitas pendidikan serta pengelolaan ekonomi keluarga.

"Kampung Mandiri PKK merupakan wujud nyata semangat gotong royong, inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini kita ingin menghidupkan potensi lokal, memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap lingkungan sendiri," katanya.

Ning Hani menegaskan keberhasilan Kampung Mandiri tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari tertibnya administrasi, keberlanjutan kegiatan serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

"Saya meyakini TP PKK Kecamatan maupun TP PKK Desa telah melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung terwujudnya Kampung Mandiri. Namun masih terdapat beberapa aspek administrasi yang perlu disempurnakan agar seluruh pelaksanaan kegiatan terdokumentasi dengan baik sesuai ketentuan," jelasnya.

Ia berharap seluruh Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Pokja II Kecamatan dan Ketua Pokja II Desa/Kelurahan mampu mengembangkan Kampung Mandiri yang produktif dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan perangkat daerah, pemangku kepentingan maupun berbagai institusi sesuai potensi dan kearifan lokal masing-masing wilayah.

"Saya berharap akan lahir kampung-kampung mandiri yang mampu menjadi percontohan bagi desa dan kelurahan lain di Kabupaten Probolinggo dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat," tegasnya.

Ning Hani juga mendorong seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan hingga pemanfaatan teknologi informasi sebagai modal utama membangun Kampung Mandiri yang berdaya saing.

Sementara Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Probolinggo Ninuk Yulius Christian menjelaskan bimtek ini bertujuan memberikan pembekalan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan kepada TP PKK Kecamatan maupun TP PKK Desa/Kelurahan agar mampu mengimplementasikan Program Kampung Mandiri secara terpadu, terarah dan berkelanjutan.

"Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk Kampung Mandiri sebagai pilot project Program Gelari Pelangi di desa dan kelurahan se-Kabupaten Probolinggo. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kreativitas kader PKK dalam mengelola potensi wilayah sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi keluarga dan masyarakat," ungkapnya.

Dalam bimtek tersebut, peserta memperoleh materi mengenai Petunjuk Teknis Gelari Pelangi Kampung Mari Produksi Sendiri (Kampung Mandiri), praktik baik pengelolaan Kampung Mandiri oleh Ketua TP PKK Desa Pondok Kelor Kecamatan Paiton Esti Alfian, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk pengembangan produk dan konten pemasaran UMKM yang disampaikan Ayrton Eduardo Aryaprabawa dari PT Evolusi Kreatif Digital Rumah Kreatif BUMN Kota Malang.

Melalui penguatan kapasitas kader PKK ini, diharapkan setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Probolinggo mampu mengembangkan Kampung Mandiri yang berdaya saing, mengoptimalkan potensi lokal serta menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan keluarga melalui inovasi, kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (nab/zid)