Sumber, Lensaupdate.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo memperkuat profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) sekaligus soliditas organisasi melalui kegiatan pembinaan keprofesian dan penguatan kelembagaan di lingkungan Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sumber, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang diikuti 280 ASN anggota PGRI dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK se-Kecamatan Sumber ini menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono bersama Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim dan jajaran pengurus.
Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat kelembagaan hingga tingkat kecamatan sekaligus meningkatkan pemahaman anggota terhadap program-program PGRI.
“Agenda ini merupakan salah satu program PGRI Kabupaten Probolinggo untuk turun langsung ke kecamatan-kecamatan dalam rangka penguatan keorganisasian. Kami ingin memberikan pemahaman mengenai program-program organisasi sekaligus menyampaikan hasil perjuangan yang telah dilakukan PGRI untuk para anggota,” ujarnya.
Menurut Asim, sinergi antara PGRI dan Disdikdaya diharapkan mampu meningkatkan dedikasi serta profesionalisme ASN di sektor pendidikan sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengapresiasi dedikasi para guru dan tenaga kependidikan yang telah berkontribusi terhadap berbagai capaian positif dunia pendidikan.
“Pada tahun 2025 Disdikdaya berhasil meraih zero temuan dan Kabupaten Probolinggo kembali memperoleh opini WTP untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut pada tahun 2026. Ini merupakan bukti nyata komitmen kita dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hary juga memaparkan sejumlah indikator pendidikan di Kecamatan Sumber. Ia menyoroti masih perlunya peningkatan angka partisipasi sekolah dan meminta seluruh jajaran pendidikan melakukan validasi data agar tidak ada anak usia sekolah yang terlewat dari layanan pendidikan.
“Saya instruksikan kepada Korwil, pengawas, kepala sekolah dan penilik untuk melakukan validasi data di lapangan serta memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan,” tegasnya.
Selain itu, Hary mengingatkan pentingnya kedisiplinan ASN dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) secara bijak serta penguatan tata kelola administrasi sekolah.
Ia berharap PGRI terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi guru, memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan pendidikan dan mendorong terwujudnya pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)
