Kraksaan, Lensaupdate.com - RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pelayanan kesehatan yang bersih dan berkualitas. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penerimaan kunjungan Tim Penilai Internal Monitoring dan Evaluasi (Monev) Zona Integritas (ZI) Kabupaten Probolinggo di ruang pertemuan dr. R.I. Wirjono RSUD Waluyo Jati, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya memastikan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) berjalan efektif, terukur dan berkelanjutan.
Tim penilai terdiri dari dua kelompok. Tim pendamping dan monitoring ZI dipimpin oleh Umi Entik Setyorini dari Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo. Sementara tim evaluasi dipimpin oleh Ririn Pristantini dari Inspektorat Kabupaten Probolinggo.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan penilaian terhadap enam area perubahan Zona Integritas yang meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, manajemen sumber daya manusia, akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kehadiran tim disambut langsung oleh Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati bersama jajaran manajemen dan civitas hospitalia RSUD Waluyo Jati.
Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas harus diwujudkan secara nyata dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Pemenuhan Zona Integritas tidak hanya sebatas pemenuhan dokumentasi dan administratif, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari. Komitmen ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang profesional, transparan dan berintegritas,” katanya.
Sementara Analis Kebijakan Muda Bagian Organisasi Setda Kabupaten Probolinggo Nunung Sriwahyuni menjelaskan seluruh area perubahan memiliki keterkaitan yang harus dipenuhi secara seimbang agar tujuan pembangunan Zona Integritas dapat tercapai secara optimal.
“Tim monitoring dan evaluasi tidak hanya menilai satu zona atau satu kinerja saja. Zona satu sampai enam memiliki keterkaitan dan saling melengkapi dalam pemenuhan Zona Integritas. Karena itu seluruh area harus berjalan secara seimbang dan berkesinambungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, RSUD Waluyo Jati diharapkan semakin memperkuat budaya kerja yang profesional dan berintegritas, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. (nab/zid)
.jpeg)