Sukapura, Lensaupdate.com - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan rutin yang dirangkai dengan pelatihan barista kopi di Gerbang Wisata Sukapura (GWS), Senin (15/6/2026). Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas anggota sekaligus membuka peluang usaha di sektor industri kopi yang terus berkembang.
Sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan materi mengenai teknik penyeduhan kopi, pengenalan jenis biji kopi, penggunaan peralatan barista hingga manajemen operasional kedai kopi.
Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan teknis seperti penggunaan mesin espresso, kalibrasi grinder, teknik tamping, steaming susu serta pembuatan latte art. Tidak hanya itu, peserta memperoleh pemahaman tentang karakteristik berbagai jenis kopi, proses roasting, penyusunan resep minuman hingga strategi pengelolaan usaha kedai kopi secara profesional.
Kegiatan pertemuan rutin dan pelatihan barista ini turut dimeriahkan dengan bazar UMKM binaan DKUPP Kabupaten Probolinggo dan anggota DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan dua anggota DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo yang telah memasuki masa purna tugas.
Ketua DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo Bekti Dinarwati Sugeng Wiyanto mengatakan pelatihan barista merupakan salah satu bentuk pemberdayaan anggota agar memiliki keterampilan yang dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga maupun masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga maupun membuka peluang usaha mandiri di bidang kopi,” katanya.
Menurut Bekti, industri kopi saat ini berkembang sangat pesat dan menawarkan peluang usaha yang menjanjikan. Oleh karena itu, kemampuan meracik kopi serta memahami pelayanan pelanggan menjadi bekal penting bagi siapa saja yang ingin terjun ke sektor tersebut.
“Perkembangan industri kopi yang semakin pesat membuka peluang besar bagi masyarakat untuk menjadi tenaga profesional maupun pelaku usaha. Karena itu, penguasaan keterampilan meracik kopi dan pelayanan pelanggan menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif,” jelasnya.
Bekti menegaskan bahwa seorang barista tidak hanya dituntut mampu menghasilkan minuman kopi berkualitas, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi dan pelayanan yang baik untuk menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan.
“Pelatihan barista merupakan investasi penting dalam perkembangan industri kopi untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Barista yang baik tidak hanya mampu meracik kopi dengan cita rasa yang enak, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang membuat pelanggan merasa nyaman dan puas. Dengan demikian pelanggan akan lebih loyal dan tertarik untuk kembali berkunjung,” tegasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mempraktikkan pembuatan berbagai menu kopi populer seperti espresso, cappuccino, latte, americano dan mocaccino. Mereka juga diperkenalkan dengan beragam kopi unggulan Indonesia seperti kopi Gayo, Toraja, Kintamani, Ijen dan Mandailing yang memiliki karakteristik rasa khas.
Bekti mengungkapkan pelatihan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya telah memberikan dampak positif. Salah satu anggota DWP DKUPP bahkan berhasil mengembangkan usaha kopi rumahan yang mampu membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat ditularkan kepada anggota lainnya sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru di sektor industri kopi,” pungkasnya. (put/zid)
.jpeg)