Dispersip Kabupaten Probolinggo Dorong Digitalisasi Perpustakaan Melalui Workshop Inlislite


Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat transformasi digital di bidang perpustakaan melalui workshop aplikasi Inlislite yang digelar di ruang Pustakaloka Dispersip Kabupaten Probolinggo, Rabu hingga Jum’at (17-19/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh pengelola perpustakaan dan tenaga teknologi informasi dari 95 perpustakaan sekolah jenjang SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA negeri maupun swasta di Kabupaten Probolinggo. Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan pendampingan dan materi teknis dari narasumber Dispersip Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan, pustakawan ahli muda serta tim teknologi informasi.

Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo Nurul Yaqin mengatakan pemanfaatan aplikasi Inlislite menjadi langkah strategis untuk mendukung modernisasi layanan perpustakaan di lingkungan pendidikan.

“Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pustakawan dan operator perpustakaan agar mampu mengelola layanan berbasis teknologi informasi menggunakan Inlislite secara lebih efektif, efisien dan akuntabel,” katanya.

Menurut Yaqin, penerapan sistem otomasi perpustakaan akan memudahkan pengelolaan koleksi, keanggotaan, layanan peminjaman hingga penyajian data perpustakaan secara lebih tertata dan terintegrasi sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

“Selain meningkatkan kemampuan pengelola perpustakaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Sementara Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas menegaskan transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di era perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

“Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dituntut memberikan layanan yang cepat, tepat dan akuntabel. Transformasi berbasis otomasi menjadi keniscayaan dalam mendukung pendidikan dan pelayanan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ulfi menambahkan Inlislite yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan sistem otomasi perpustakaan yang mampu membantu pengelolaan layanan secara terintegrasi, mulai dari katalogisasi, sirkulasi, keanggotaan hingga penelusuran koleksi.

Melalui workshop ini, Dispersip Kabupaten Probolinggo berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan aplikasi Inlislite secara optimal di perpustakaan masing-masing sehingga layanan perpustakaan menjadi lebih modern, mudah diakses dan mampu mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.

“Semoga kegiatan ini memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang SAE literasi, berpengetahuan, berkarakter dan berdaya saing global,” pungkasnya. (nab/zid)