Dringu, Lensaupdate.com - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo terus mendorong peningkatan daya saing pelaku usaha pengolahan hasil perikanan melalui fasilitasi perizinan usaha berbasis digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan fasilitasi perizinan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang digelar di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Diskan Kabupaten Probolinggo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Probolinggo serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 20 pelaku usaha pengolahan hasil perikanan mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari usaha pengasapan ikan, rengginang ikan hingga produksi terasi.
Para peserta mendapatkan pendampingan langsung terkait proses perizinan usaha, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal serta berbagai persyaratan legalitas usaha yang dibutuhkan untuk pengembangan produk dan perluasan pemasaran.
Kepala Bidang Bina Usaha Perikanan Diskan Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih mengatakan legalitas usaha menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan usaha mikro dan kecil di sektor perikanan.
“Pendampingan ini bertujuan untuk memudahkan pelaku usaha dalam mengurus perizinan, menyimpan data usaha dalam satu identitas berusaha (NIB) serta menjadi syarat legalitas usaha untuk pengurusan lanjutan seperti PIRT, sertifikat halal, izin edar BPOM dan SKP,” katanya.
Menurut Asmi, pemanfaatan sistem Online Single Submission (OSS) memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengakses layanan perizinan secara cepat, mudah dan terintegrasi.
“Dengan sistem OSS, proses pendaftaran usaha dapat dilakukan secara lebih sederhana. Dalam waktu kurang lebih 15 menit, data usaha sudah dapat diinput dan tersimpan dalam sistem nasional, selama jaringan dan sistem berjalan normal,” jelasnya.
Selain meningkatkan pemahaman terkait perizinan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi dan standar mutu produk sebagai upaya memperluas akses pasar serta meningkatkan kepercayaan konsumen.
Asmi berharap semakin banyak pelaku usaha perikanan di Kabupaten Probolinggo yang memiliki legalitas usaha lengkap sehingga mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
“Melalui fasilitasi ini, Pemerintah Daerah terus mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan sistem digital dalam rangka mempercepat layanan perizinan dan meningkatkan kualitas produk yang berdaya saing,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Diskan Kabupaten Probolinggo optimistis sektor pengolahan hasil perikanan akan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan pesisir. (nab/zid)
