Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 cabang pencak silat jurus tunggal untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo tersebut menjadi ajang penjaringan atlet-atlet muda berbakat yang diharapkan mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo.
O2SN cabang pencak silat jurus tunggal diikuti peserta dari berbagai sekolah negeri dan swasta se-Kabupaten Probolinggo. Untuk jenjang SD, kategori putra diikuti enam peserta dan kategori putri tiga peserta. Sementara jenjang SMP diikuti sepuluh peserta putra yang terbagi dalam dua pool serta tujuh belas peserta putri yang terbagi dalam tiga pool.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili. Dalam sambutannya, Yunita menegaskan bahwa O2SN bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga sarana pembentukan karakter, pengembangan bakat dan peningkatan prestasi peserta didik.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda yang sehat, berprestasi, berkarakter, sportif, disiplin dan mampu berkompetisi secara sehat. O2SN tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2026 diikuti oleh 112 peserta yang terdiri dari 41 peserta jenjang SD dan 71 peserta jenjang SMP. Para peserta mengikuti sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, meliputi pencak silat jurus tunggal, kids athletics untuk jenjang SD serta atletik untuk jenjang SMP,” katanya.
Menurut Yunita, ajang O2SN menjadi wadah penting bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengasah mental bertanding dan memperluas pengalaman dalam dunia olahraga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Yunita juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan kejujuran.
“Saya mengingatkan untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas, kejujuran, disiplin serta rasa hormat kepada sesama peserta maupun dewan juri. Semoga melalui kegiatan ini lahir atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo di tingkat provinsi maupun nasional,” tegasnya.
Melalui O2SN 2026, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo berharap pembinaan olahraga pelajar dapat berjalan lebih optimal sekaligus melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang mampu bersaing di berbagai ajang olahraga tingkat regional maupun nasional. (nab/zid)
