Seleksi Tahfidz Al-Qur'an 2026 Perkuat Karakter Religius Pelajar Kabupaten Probolinggo


Kraksaan, Lensaupdate.com - Sebanyak 400 siswa jenjang SD dan SMP dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo mengikuti seleksi tahfidz Al-Qur’an tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin hingga Selasa (18-19/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter religius sekaligus pengembangan prestasi non akademik bagi pelajar di Kabupaten Probolinggo.

Seleksi dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah peserta masing-masing 200 siswa per hari yang terdiri dari 100 siswa SD dan 100 siswa SMP. Para peserta diuji langsung oleh tim penguji dari Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan seleksi tahfidz dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati serta jajaran penguji dari JQH.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar pelajar dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

“Kami berharap kegiatan ini mampu mempererat hubungan silaturahmi antar siswa dari berbagai kecamatan sehingga mereka bisa saling bersinergi dan memberikan aura positif satu sama lain,” katanya.

Menurut Like, kegiatan tahfidz juga menjadi media pembentukan karakter peserta didik melalui nilai sportivitas, semangat berjuang dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi kompetisi.

“Anak-anak diajarkan untuk mengakui keunggulan lawan, tetap berpikir positif dan tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan. Harapannya mereka terus termotivasi untuk berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan seleksi tahfidz Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari program 1.000 tahfidz yang terus dikembangkan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo untuk mencetak generasi berprestasi dan religius.

“Program ini diharapkan terus berjalan setiap tahun agar anak-anak tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan non akademik dan karakter religius yang kuat,” terangnya.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono meminta seluruh peserta mengikuti proses seleksi dengan percaya diri dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman belajar yang berharga.

“Ini merupakan salah satu program penjabaran visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Salah satunya melalui pemberian ruang bagi anak-anak berprestasi untuk terus berkembang,” ujarnya.

Hary menyebut seluruh peserta merupakan siswa terbaik hasil seleksi tingkat kecamatan sehingga diminta tetap fokus dan tidak merasa minder saat mengikuti ujian.

“Peserta yang hadir hari ini adalah anak-anak terbaik yang sudah lolos seleksi di tingkat kecamatan. Jadi jangan takut, jangan malu dan jangan tegang. Ikuti prosesnya dengan baik,” tegasnya.

Menurut Hary, kegiatan tahfidz tidak hanya mengejar penghargaan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi kemampuan diri serta motivasi untuk terus belajar dan berkembang.

“Jangan hanya melihat hadiahnya. Yang paling penting adalah prosesnya. Dari sini anak-anak bisa mengetahui kemampuan diri, memperbaiki kekurangan dan menjadi lebih baik ke depannya,” pungkasnya. (nab/zid)