Paiton, Lensaupdate.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip Kabupaten Probolinggo kembali menghadirkan layanan Dolanan berupa dongeng keliling untuk anak-anak di KB TK Tunas Mulia Paiton, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya membaca dan meningkatkan literasi anak sejak usia dini melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Program Dolanan menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti story telling, permainan edukatif, pembagian hadiah hingga layanan mobil perpustakaan keliling yang menyediakan beragam buku cerita anak.
Kegiatan dihadiri Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Nurul Yaqin serta instruktur dari TP PKK Kabupaten Probolinggo.
Selain mendengarkan dongeng, anak-anak juga diajak mengikuti senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bersama instruktur sehingga suasana belajar berlangsung meriah dan penuh semangat.
Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas mengatakan layanan Dolanan merupakan inovasi pelayanan publik untuk mendekatkan budaya literasi kepada masyarakat, khususnya anak usia dini.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca dan literasi anak melalui metode dongeng yang lebih interaktif dan menyenangkan,” katanya.
Menurut Ulfi, metode story telling dinilai lebih efektif menarik perhatian anak dibandingkan pembelajaran membaca secara biasa karena anak dapat belajar sambil bermain.
Ia menjelaskan layanan dongeng keliling juga menjadi sarana memperluas akses perpustakaan ke sekolah-sekolah maupun wilayah yang jauh dari layanan perpustakaan pusat.
“Melalui cerita dan alat peraga, anak-anak tidak hanya belajar membaca tetapi juga memahami nilai moral, membangun imajinasi dan mengembangkan kreativitas,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tampak antusias mengikuti dongeng bersama boneka karakter dan membaca buku cerita yang tersedia di mobil perpustakaan keliling.
Sementara Kepala KB TK Tunas Mulia Paiton Nur Fadilah mengapresiasi kehadiran layanan Dolanan karena memberikan pengalaman belajar baru bagi peserta didik.
“Kegiatan ini membuat anak-anak lebih antusias membaca dan mengenal perpustakaan dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.
Nur Fadilah berharap kerja sama antara lembaga pendidikan dan perpustakaan daerah terus diperluas agar semakin banyak sekolah mendapatkan manfaat layanan literasi keliling tersebut.
Melalui program Dolanan, Dispersip Kabupaten Probolinggo terus mendorong terciptanya budaya literasi yang kreatif dan menyenangkan sekaligus membangun karakter anak sejak usia dini. (ren/zid)
.jpeg)