Probolinggo, Lensaupdate.com - Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin membuka Sarasehan Tokoh Perempuan Lintas Agama dan Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Jum'at (15/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dalam memperkuat toleransi dan kerukunan sejak usia dini.
Sarasehan mengusung tema “Peran Strategis Perempuan dalam Menanamkan Toleransi Beragama Sejak Usia Dini” dengan melibatkan tokoh perempuan lintas agama, unsur Forkopimda, tokoh agama, organisasi perempuan hingga berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo Evariani Aminuddin menyampaikan apresiasi kepada FKUB Kota Probolinggo yang dinilai konsisten menjaga harmoni sosial dan memperkuat dialog lintas agama di tengah masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada FKUB Kota Probolinggo yang selama ini terus berkomitmen menjaga harmoni sosial, memperkuat dialog lintas agama serta menghadirkan berbagai program yang menanamkan nilai kemanusiaan, toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Wali Kota Aminuddin, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya dalam menanamkan nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan sejak usia dini.
“Perempuan, khususnya seorang ibu, merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dari tangan seorang perempuanlah nilai kasih sayang, kepedulian, penghormatan terhadap perbedaan serta semangat hidup rukun mulai diperkenalkan sejak dini,” katanya.
Ia menilai pembangunan toleransi sejak dini menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi masa depan yang inklusif, moderat dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak yang dinilai sebagai langkah progresif dalam mendukung Kota Probolinggo sebagai Kota Layak Anak.
“Rumah ibadah harus menjadi tempat yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak. Tempat yang menumbuhkan cinta kasih, mengajarkan kedamaian, membangun karakter dan melindungi anak dari kekerasan maupun sikap intoleran,” jelasnya.
Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh tokoh lintas agama, perangkat daerah terkait dan unsur Forkopimda sebagai simbol sinergi menciptakan rumah ibadah yang inklusif dan ramah anak.
Sementara Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri mengatakan perempuan dan anak menjadi fokus utama FKUB dalam membangun harmoni sosial di Kota Probolinggo.
“Mengapa FKUB memulai program ini dari perempuan? Karena kami menyadari bahwa hitam putihnya peradaban bergantung pada baik dan tidaknya perempuan. Ketika perempuan baik, maka peradaban juga akan baik,” ungkapnya.
Hudri menambahkan rumah ibadah perlu menjadi ruang pembinaan karakter generasi muda, bukan sekadar tempat ritual keagamaan semata.
“Anak-anak harus merasa nyaman berada di rumah ibadah agar mereka dekat dengan agamanya dan dekat dengan Tuhannya. Ketika anak nyaman berada di rumah ibadah, maka karakter baik akan tumbuh sejak dini,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo bersama FKUB berharap lahir gerakan nyata untuk memperkuat toleransi, menjaga kerukunan umat beragama serta membangun generasi muda yang religius, humanis dan menghargai keberagaman. (mel/fas)
.jpeg)