Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo memperkuat sinergi untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui kegiatan sosialisasi daring via zoom meeting, Senin (4/5/2026).
Sosialisasi tersebut melibatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat di lingkungan Pemkab Probolinggo sebagai langkah awal membangun kolaborasi pendataan ekonomi yang akurat dan komprehensif.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dan Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti. Dalam kesempatan itu, BPS Kabupaten Probolinggo memperkenalkan program “Ngisi Bareng” (Ngibar) sebagai strategi memperkuat partisipasi masyarakat dan pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti mengatakan keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi sangat ditentukan oleh dukungan pemerintah daerah dan keterlibatan aktif masyarakat sebagai responden.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan dukungan penuh pemerintah daerah,” katanya.
Menurut Lilik, pemerintah daerah memiliki posisi strategis karena aparatur pemerintah menjadi pihak yang dekat dan dipercaya masyarakat dalam proses penyampaian informasi maupun pendampingan pendataan.
“Sensus Ekonomi 2026 hanya akan berhasil apabila masyarakat memahami pentingnya pendataan dan bersedia berpartisipasi aktif. Karena itu, dukungan pemerintah daerah melalui sosialisasi dan pendampingan sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Lilik menambahkan BPS Kabupaten Probolinggo telah menyiapkan strategi sosialisasi melalui program Ngibar yang akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 dengan memanfaatkan berbagai media komunikasi pemerintah.
“Melalui kegiatan Ngibar ini, kami berharap data yang dikumpulkan nantinya benar-benar lengkap, akurat dan tepat waktu sehingga dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih baik di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah.
“Sensus Ekonomi 2026 adalah milik bersama. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada BPS sebagai pelaksana, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi aktif dan kejujuran masyarakat maupun pelaku usaha sebagai responden,” ujarnya.
Menurut Sekda Ugas, hasil pendataan ekonomi nantinya akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Melalui data yang utuh dan akurat, pemerintah daerah dapat menyusun strategi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, sekaligus merancang program bantuan dan pengembangan usaha yang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Sekda Ugas memastikan Pemkab Probolinggo siap mendukung penuh pelaksanaan SE2026 melalui fasilitasi sosialisasi, publikasi hingga pendampingan kepada pelaku usaha dan masyarakat.
“Kami berharap seluruh OPD, kecamatan, desa hingga pelaku usaha dapat bersama-sama mengawal pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 demi terwujudnya data ekonomi yang berkualitas untuk pembangunan Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (nab/zid)
.jpeg)