Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meluncurkan Program Sehatkan dan Lindungi untuk Mutu ASN SAE (SELIMUT ASN SAE) sebagai upaya menjaga kesehatan Aparatur Sipil Negara (ASN) demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Program tersebut disosialisasikan di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Senin (4/5/2026) dengan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat hingga Kepala Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan kesehatan ASN menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan publik yang optimal dan profesional kepada masyarakat.
“ASN adalah aset daerah. Tanpa tubuh yang sehat, mustahil kita bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Program ini bukan sekadar pemeriksaan kesehatan biasa, tetapi sistem perlindungan kesehatan menyeluruh bagi abdi negara,” katanya.
Menurut Sekda Ugas, Program SELIMUT ASN SAE merupakan implementasi Instruksi Bupati Nomor 100.3.4/360/426.102/2026 yang dirancang melalui tiga tahapan utama.
Tahapan pertama adalah Selimut Cek berupa pemeriksaan kesehatan dasar seperti gula darah, kolesterol dan asam urat. Tahap berikutnya Selimut Nilai, yakni pengelompokan kondisi kesehatan ASN ke dalam kategori hijau dan kuning berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.
“Tahapan terakhir adalah Selimut Lindungi, berupa intervensi lanjutan melalui program SAE Bugar Challenge bagi ASN sehat serta pendampingan intensif selama enam bulan bagi ASN dengan kondisi tertentu,” terangnya.
Sekda Ugas meminta seluruh perangkat daerah berkomitmen penuh menyukseskan program tersebut dengan memastikan partisipasi ASN mencapai minimal 90 persen.
“Partisipasi adalah harga mati. Target kita minimal 90 persen ASN mengikuti pemeriksaan. Jangan sampai ada yang terlewat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kinerja pemerintah daerah,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo menyampaikan Program SELIMUT ASN SAE menjadi langkah strategis menjaga kesehatan ASN sebagai kelompok usia produktif yang memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat.
“ASN harus sehat agar tetap produktif dalam mendukung program pemerintah daerah. Saat ini terdapat 12.334 ASN di Kabupaten Probolinggo, mereka adalah pilar utama pelayanan publik yang harus dijaga kesehatannya,” ujarnya.
Menurut Hariawan, program tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan saja, tetapi juga memberikan pendampingan khusus bagi ASN yang memiliki masalah kesehatan seperti hipertensi, diabetes hingga kolesterol tinggi.
“Bagi ASN yang hasilnya kurang baik, akan dilakukan pendampingan selama enam bulan. Ini bentuk keseriusan kita agar mereka bisa kembali sehat dan produktif,” jelasnya.
Pelaksanaan program dijadwalkan dimulai Mei 2026 dengan sasaran awal ASN di lingkungan Sekretariat Daerah dan akan dilanjutkan secara bertahap ke seluruh perangkat daerah dengan melibatkan Puskesmas sebagai pelaksana pelayanan kesehatan.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan kerja yang sehat, mengurangi ketidakhadiran ASN akibat masalah kesehatan serta memastikan kinerja pemerintahan berjalan optimal,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan Program SELIMUT ASN SAE dan diskusi panel untuk menyamakan langkah implementasi di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
