Kraksaan, Lensaupdate.com - Semangat persaudaraan, sejarah dan kecintaan terhadap sepeda tua menggema di halaman Kantor Bupati Probolinggo, Minggu (17/5/2026) pagi. Rombongan Onthelis dan Onthelista dari Bali serta wilayah Tapal Kuda resmi dilepas menuju Prambanan, Klaten, Jawa Tengah untuk mengikuti The International Veteran Cycling Association Rally 2026.
Pelepasan rombongan dilakukan langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi serta Camat Kraksaan Puja Kurniawan.
Kehadiran rombongan ontelis mendapat sambutan hangat dari komunitas pecinta sepeda tua di Kabupaten Probolinggo. Dengan membawa semangat historis jalur Anyer–Panarukan, para peserta melanjutkan perjalanan panjang menuju Prambanan sebagai bagian dari rangkaian IVCA Rally 2026 yang akan diikuti peserta dari sekitar 50 negara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pengurus Komunitas Sepeda Tua Indonesia, di antaranya Ketua Dewan Penasehat KOSTI Situbondo Bambang Waluyo Jati, Wakil Sekretaris DPP KOSTI Andi Nurjanah, panitia pusat Onthelis Jarak Jauh serta para ketua KOSTI dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Puluhan Onthelis dan Onthelista yang diberangkatkan berasal dari berbagai daerah dan akan bergabung dengan rombongan besar dari wilayah barat Indonesia maupun jalur Panarukan Situbondo sebelum akhirnya finis bersama di Prambanan.
“Mengayuh sepeda tua tak sekadar mengayuh roda, bersama kayuhannya yang tenang terdapat kenangan yang mendalam,” ucap Bupati Haris saat menyapa para ontelis sebelum pelepasan dimulai.
Menurut Bupati Haris, kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga bersepeda, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya dan sejarah bangsa.
“Yang namanya Onthelis dan Onthelista itu bukan hanya goweser, tetapi pecinta sepeda tua. Jadi beda kelas. Mereka ini tidak cuma mancal, tetapi juga melestarikan budaya dan sejarah bangsa,” katanya.
Ia menilai sepeda ontel memiliki nilai historis kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia. Bahkan di era modern saat ini, menjaga dan merawat sepeda tua menjadi tantangan tersendiri.
“Pejuang kita zaman dulu ke mana-mana ya ngontel. Melestarikan ini tidak gampang, bengkelnya makin jarang. Ontel tua itu tidak dipakai seminggu saja bannya sudah kempes, remnya juga tidak begitu pakem, tapi itu justru ciri khasnya,” selorohnya.
Bupati Haris juga menitipkan pesan kepada komunitas KOSTI Probolinggo agar terus menjaga semangat para pecinta sepeda tua di daerah.
“Saya titip terutama KOSTI Probolinggo, tolong tetap dirawat teman-teman pemerhati ontel ini. Harus sabar dan semangat. Sesuai salah satu lirik Mars KOSTI, tetap bahagia dan sehat menjelang senja agar bisa ngontel keliling dunia,” tambahnya.
Sementara Ketua Dewan Penasehat KOSTI Situbondo Bambang Waluyo Jati mengatakan Indonesia sebelumnya pernah menjadi tuan rumah Kongres Sepeda Tua Dunia tahun 2016 di Denpasar, Bali. Kini Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah IVCA Rally 2026 di kawasan Prambanan.
“Alhamdulillah kali ini Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah kongres sepeda tua sedunia di Prambanan,” ujarnya.
Menurut Bambang, kegiatan Onthelis Jarak Jauh lahir untuk menyemarakkan IVCA Rally 2026 sekaligus menghidupkan kembali spirit historis jalur Anyer–Panarukan.
“Yang dari Panarukan diikuti 22 Onthelis dan Onthelista, sedangkan dari Anyer 25 peserta. Nanti juga ada peserta dari Mojokerto, Kediri, Jakarta, Cirebon dan daerah lainnya yang turut bergabung. Total keseluruhan sekitar 85 Onthelis dan Onthelista jarak jauh,” jelasnya.
Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut. Tidak hanya sebagai jalur persinggahan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan persaudaraan antarontelis Nusantara yang membawa semangat budaya, sejarah dan kebersamaan menuju Prambanan. (nab/zid)
