Hardiknas 2026, Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo Dorong Kolaborasi dan Karakter Anak


Kraksaan, Lensaupdate.com - Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, ramah anak dan berkarakter.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo Purnomo mengatakan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga sekolah, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat mulai dari guru, orang tua hingga lingkungan sekitar.

“Kami atas nama Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai yang diwariskan Ki Hajar Dewantara. Pendidikan itu bukan hanya tugas guru, tetapi semua orang tua, masyarakat dan lingkungan juga menjadi pendidik bagi anak-anak,” katanya.

Menurut Purnomo, nilai-nilai pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara seperti Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan dinilai menjadi kunci utama dalam membangun karakter generasi muda.

“Kalau ingin membangun karakter anak, maka kita sendiri harus menjadi contoh. Bukan hanya sekadar memberi contoh, tetapi perilaku, ucapan hingga apa yang kita tulis di era digital saat ini juga akan dilihat oleh anak-anak kita,” terangnya.

Dalam momentum Hardiknas 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Purnomo menilai semangat gotong royong dan kolaborasi harus diperkuat agar layanan pendidikan dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pegunungan dan daerah terpencil di Kabupaten Probolinggo yang masih memiliki keterbatasan akses layanan pendidikan.

“Kita tahu masih ada wilayah-wilayah pegunungan yang akses pendidikannya cukup jauh dan sulit dijangkau. Harapan kami ke depan, layanan pendidikan jangan sampai tertinggal karena semua masyarakat memiliki hak mendapatkan pendidikan yang layak,” jelasnya.

Selain itu, Purnomo berharap seluruh lembaga pendidikan mampu menghadirkan suasana belajar yang nyaman, menyenangkan dan ramah anak sebagaimana konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara tentang “taman” sebagai tempat tumbuh kembang peserta didik.

“Sekolah harus menjadi taman yang indah, nyaman dan teduh bagi anak-anak. Tidak boleh ada kekerasan. Guru harus ramah, penuh senyum dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga sekolah menjadi rumah kedua bagi peserta didik,” ungkapnya.

Purnomo juga mengapresiasi sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo yang mulai memperkuat pendidikan karakter dan budaya sopan santun di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren.

“Kami berharap anak-anak Kabupaten Probolinggo menjadi generasi yang kaya harta, kaya hati dan kaya ilmu. Artinya mereka cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual sehingga mampu menjadi pribadi yang santun, ramah dan berakhlak baik,” pungkasnya. (nab/zid)