Dringu, Lensaupdate.com – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo mengoptimalkan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah melalui rapat persiapan dan evaluasi triwulan I tahun 2026 bersama petugas teknis sektor peternakan dan kesehatan hewan, Senin (4/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri dari koordinator wilayah, dokter hewan, koordinator kecamatan hingga petugas teknis peternakan dan kesehatan hewan se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan pengawasan hewan kurban menjadi agenda rutin tahunan yang terus diperkuat untuk menjamin kesehatan hewan dan keamanan pangan masyarakat.
“Pendataan maupun pemeriksaan antemortem dan postmortem hewan kurban harus dilaksanakan lebih optimal lagi agar kesehatan hewan dan keamanan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar terjamin,” katanya.
Menurut Niko, seluruh panitia kurban dan takmir masjid di Kabupaten Probolinggo diminta mengajukan izin tempat pemotongan hewan kurban sementara agar pelaksanaan pemotongan ternak dapat terdata dan diawasi secara maksimal.
“Kami sudah meminta seluruh panitia kurban untuk mengajukan form tempat pemotongan sementara supaya pelaksanaan pemotongan ternak dapat terdata dan diawasi dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, Diperta Kabupaten Probolinggo juga menggratiskan layanan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah daerah selama Idul Adha hingga hari tasyrik. Layanan tersebut tersedia di RPH Gading, Besuk, Krejengan, Maron, Banyuanyar dan Leces.
“Tujuannya agar masyarakat dan peternak terbiasa memanfaatkan fasilitas RPH milik pemerintah daerah yang sudah bersertifikat halal dan memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV), sehingga pemeriksaan kesehatan hewan bisa dilakukan lebih intensif,” terangnya.
Niko menambahkan seluruh petugas diinstruksikan memperkuat koordinasi dengan takmir masjid, penyuluh pertanian lapangan (PPL), ketua RT/RW serta masyarakat dalam pengawasan pemotongan hewan kurban di wilayah masing-masing.
“Kami menghimbau apabila ditemukan ternak sakit agar tidak dipotong terlebih dahulu. Begitu juga jika ditemukan organ dalam yang tidak layak konsumsi, petugas harus memberikan edukasi dan meminta izin kepada pemilik ternak untuk dilakukan penanganan,” tegasnya.
Menjelang Idul Adha, Diperta Kabupaten Probolinggo juga akan melakukan monitoring terhadap pedagang dan pelapak hewan kurban, khususnya di kawasan jalur Paiton dan Kraksaan untuk memastikan ternak yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak kurban. (mel/fas)
.jpeg)