Bupati Haris Cek Embung Jatisari Siapkan Antisipasi Musim Kemarau


Kuripan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris meninjau langsung embung di Desa Jatisari Kecamatan Kuripan, Selasa (5/5/2026), di sela kegiatan “Ngantor di Kecamatan” bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Haris didampingi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Haris melihat kondisi embung yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kebutuhan pengairan pertanian di wilayah Kecamatan Kuripan dan sekitarnya. Selain itu, ia juga berdialog langsung dengan pengurus embung terkait kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.

“Ini kan menjelang kemarau. Jadi kepentingan kita melihat seluruh potensi embung-embung kita dan di mana yang memang diperlukan harus ada embung,” katanya.

Menurut Bupati Haris, embung di Desa Jatisari saat ini berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut untuk proses normalisasi maupun pendalaman embung.

“Embung ini ranah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tetapi kita bisa usulkan dan nanti akan kita kawal sekiranya ada normalisasi. Karena ada cukup besar coverage area yang terdampak dari keberadaan embung ini,” jelasnya.

Selain melakukan pemetaan kondisi embung yang sudah ada, Pemkab Probolinggo juga mulai mengkaji potensi pembangunan embung baru di wilayah atas Kecamatan Kuripan agar distribusi air pertanian lebih merata.

“Yang di atas kita carikan solusi karena mungkin masih akan di-assessment ada sumbernya. Tinggal kita mencari tempatnya untuk dijadikan embung agar masyarakat Kecamatan Kuripan bagian atas juga bisa merasakan keberadaan embung,” terangnya.

Bupati Haris menegaskan kunjungan langsung ke lapangan penting dilakukan agar pemerintah daerah mengetahui kondisi riil kebutuhan masyarakat, khususnya terkait ketersediaan air untuk pertanian.

“Kalau kita tidak datang secara langsung, kita tidak punya gambaran lebih jauh. Ke depan kemarau akan cukup panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan keberadaan embung saat ini sudah cukup membantu masyarakat di wilayah bawah, khususnya Kecamatan Bantaran. Namun masyarakat di wilayah atas Kecamatan Kuripan masih membutuhkan tambahan sumber air untuk mendukung aktivitas pertanian.

“Keberadaannya memang banyak dimanfaatkan masyarakat Bantaran terutama di bawahnya. Tetapi Kecamatan Kuripan sendiri yang di atas ini masih belum. Makanya kita cari potensi di atas itu yang sekarang sedang di-assessment,” pungkasnya. (mel/fas)