Krucil, Lensaupdate.com - Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Probolinggo memberikan perhatian khusus kepada dua anak yatim piatu di Desa Plaosan Kecamatan Krucil pasca peristiwa yang sempat viral di media sosial. Kedua anak tersebut adalah Lindawati yang masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 4 dan adiknya Zahra yang masih berusia sekitar 4 tahun.
Kedua anak itu merupakan putri dari pasangan almarhum Muhammad Ribut dan almarhumah Fatimah. Saat ini Lindawati tinggal bersama nenek dari pihak ayah, sedangkan Zahra diasuh nenek dari pihak ibu yang tinggal tidak jauh dari wilayah Desa Sentul Kecamatan Gading.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil bersama Camat Gading Erwin Yulianto, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta sejumlah pihak dari Kecamatan Gading dan Desa Plaosan Kecamatan Krucil mendatangi keluarga untuk melakukan takziah sekaligus memastikan masa depan kedua anak tersebut tetap terjamin, Senin (18/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Baznas menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan pendidikan dan pendampingan psikologis bagi kedua anak. Sebab kondisi ekonomi keluarga yang mengasuh mereka dinilai sangat memprihatinkan.
“Tujuan kami ke sana ingin memastikan anak-anak ini tetap diperhatikan, terutama kelanjutan sekolahnya dan siapa yang akan membimbing mereka ke depan. Itu yang menjadi prioritas,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil.
Berdasarkan data dari pendamping PKH Kecamatan Krucil, keluarga tersebut masuk kategori desil satu atau kelompok ekonomi paling rendah. Rumah yang ditempati keluarga anak yatim juga disebut sangat sederhana.
Baznas pun tengah menyiapkan bantuan rutin melalui program dana fakir. Bantuan tersebut rencananya diberikan setiap bulan guna membantu kebutuhan sehari-hari kedua anak.
“Kalau memang disetujui pimpinan Baznas, nanti kami sisihkan bantuan dana fakir untuk anak ini. Rencananya tiap bulan bisa mendapat Rp300 ribu untuk dua anak tersebut,” jelasnya.
Selain itu, Baznas juga membuka kemungkinan memberikan pendampingan lebih lanjut, termasuk opsi memondokkan Lindawati agar mendapatkan lingkungan pendidikan dan pembinaan mental yang lebih baik. Hal ini dipertimbangkan setelah muncul informasi bahwa anak tersebut sempat mengalami tekanan sosial dan perundungan dari lingkungan sekitar akibat kejadian yang menimpa keluarganya.
“Kalau nanti anaknya mau, saya siap memfasilitasi untuk mondok. Kemarin masih belum siap karena mungkin masih dalam situasi kehilangan ayah dan ibunya,” terangnya.
Dalam kunjungan tersebut, Baznas juga menyerahkan bantuan berupa dua paket sembako senilai sekitar Rp200 ribu serta uang duka sebesar Rp1 juta kepada keluarga pengasuh.
Muzammil berharap penanganan terhadap kedua anak yatim piatu tersebut dapat dilakukan bersama-sama oleh berbagai pihak, baik pemerintah kecamatan, desa maupun masyarakat sekitar.
“Harapannya anak-anak ini jangan sampai terlantar, terutama dalam pendidikan dan masa depannya,” pungkasnya. (ren/zid)
