Dringu, Lensaupdate.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari Kecamatan Dringu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pangan bergizi melalui pelatihan penjamah makanan yang digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sesuai standar keamanan pangan dan pedoman gizi seimbang.
Pelatihan berlangsung di ruang pertemuan Rumah Makan J’Bing 3 dan diikuti para petugas penjamah makanan yang bertugas di unit pelayanan gizi. Materi difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis mulai dari pemilihan bahan pangan, proses penyimpanan, teknik pengolahan, hingga penyajian makanan yang memenuhi prinsip higiene dan sanitasi pangan. Upaya ini dipandang krusial mengingat keberhasilan program MBG sangat dipengaruhi oleh kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas implementasi program MBG di tingkat pelayanan.
“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memastikan seluruh penjamah makanan memahami prinsip dasar higiene dan sanitasi pangan. Makanan dalam program MBG bukan hanya harus bergizi, tetapi juga wajib aman dikonsumsi,” ujarnya.
Sri Wahyu menegaskan keberadaan penjamah makanan yang terlatih akan berdampak langsung terhadap kualitas makanan yang disajikan setiap hari. “Para petugas harus mengetahui bagaimana cara mengolah makanan yang benar, bagaimana mencegah kontaminasi serta bagaimana memastikan makanan tetap layak dan sehat sampai ke penerima manfaat,” tambahnya.
Menurut Sri Wahyu, peningkatan kapasitas penjamah makanan juga merupakan investasi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan masyarakat.
“Jika proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar, maka manfaat MBG akan terasa maksimal. Anak-anak dan masyarakat penerima manfaat akan memperoleh asupan yang aman, sehat dan bergizi, sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas SDM kita ke depan,” tegasnya.
Sri Wahyu berharap pelatihan ini dapat diterapkan secara menyeluruh di lapangan, sehingga kualitas pelayanan makanan dalam program MBG terus meningkat. “Kami ingin seluruh SPPG mampu menjadi garda terdepan dalam penyediaan makanan bergizi dan aman. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bisa langsung dipraktikkan dalam kegiatan sehari-hari,” harapnya.
Melalui pelatihan ini, SPPG Tamansari dan Dinkes Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya dalam memastikan program MBG berjalan sesuai standar mutu. "Diharapkan, masyarakat dapat merasakan manfaat optimal dari program pemerintah tersebut melalui penyediaan makanan yang higienis, sehat dan bergizi seimbang," pungkasnya. (mel/fas)
.jpg)