Sekda Ugas Ajak Warga Promosikan Tujuh Destinasi Pantai Kabupaten Probolinggo


Gending, Lensaupdate.com - Pengembangan wisata pantai di Kabupaten Probolinggo membutuhkan keterlibatan masyarakat, bukan hanya pemerintah. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengajak warga, pelaku usaha dan pemerintah desa ikut mempromosikan sekaligus menjaga destinasi pesisir agar semakin dikenal wisatawan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat Soft Opening Event Seven Beaches Festival 2026 di The Bentar Beach Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Jum'at (6/11/2026).

Menurut Sekda Ugas, festival ini menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan potensi tujuh pantai di Kabupaten Probolinggo. Pantai Bentar diharapkan menjadi titik pengenalan bagi destinasi pesisir lainnya yang memiliki karakter dan daya tarik masing-masing.

“Melalui istighotsah ini, kita berdoa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan Seven Beaches Festival berjalan lancar. Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi salah satu upaya kita untuk mengangkat potensi tujuh pantai yang ada di Kabupaten Probolinggo agar semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.

Pengembangan wisata pesisir tersebut juga berkaitan dengan penguatan konsep tiga B, yakni Bromo, Bentar dan Bermi sebagai potensi unggulan pariwisata Kabupaten Probolinggo.

Dalam konsep Seven Beaches Festival, Pantai Bentar diarahkan menjadi salah satu pusat pengenalan destinasi lain, seperti Pantai Bahak, Pantai Klasik, Pantai Bohay dan Pantai Duta.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak masyarakat mengenal bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki banyak pantai dengan keindahannya masing-masing. Pantai Bentar menjadi salah satu pusat untuk memperkenalkan dan mengangkat potensi pantai-pantai lainnya,” jelasnya.

Sekda Ugas berharap pengembangan destinasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan. Festival juga dirancang menggabungkan potensi alam, budaya, kuliner dan ekonomi kreatif agar memberikan peluang usaha bagi warga pesisir.

Sejumlah kegiatan pendukung disiapkan, mulai dari festival ikan asap, sajian seafood, pameran produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga berbagai kreativitas masyarakat.

“Saya berharap perpaduan wisata alam, budaya, kuliner dan produk ekonomi kreatif ini mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat di kawasan pesisir,” harapnya.

Namun, potensi wisata tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Sekda Ugas mengingatkan persoalan sampah dapat mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus mengurangi daya tarik kawasan pantai.

"Kebersihan merupakan prinsip utama dalam pengembangan wisata. Jangan sampai pantai yang memiliki keindahan justru terganggu oleh sampah. Karena itu, kita harus membangun kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat destinasi wisata yang ada di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Ia menekankan, promosi dan perawatan destinasi harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku usaha dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Sekda Ugas optimistis Seven Beaches Festival dapat berkembang menjadi agenda wisata unggulan daerah. Rangkaian Grand Opening nantinya direncanakan menghadirkan berbagai atraksi dan pertunjukan budaya, termasuk pertunjukan kolosal Tari Glipang.

“Melalui Seven Beaches Festival, kita ingin potensi wisata, budaya dan kreativitas masyarakat Kabupaten Probolinggo semakin dikenal. Saya optimistis kegiatan ini bisa berkembang menjadi agenda wisata unggulan apabila seluruh pihak memiliki komitmen untuk bersama-sama mempromosikan dan merawatnya,” pungkasnya.

Sebelum rangkaian festival berlanjut, kegiatan soft opening diawali dengan istighotsah dan doa bersama. Prosesi kemudian ditandai pemotongan tumpeng dan pemecahan kendi, dilanjutkan larung sesaji hasil bumi ke tengah laut di kawasan The Bentar Beach.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Samsur, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Chafidzul Hakiem Noor bersama jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Gending, serta kepala OPD dan camat di lingkungan Pemkab Probolinggo. (nab/zid)