Safari Inklusi di Kecamatan Sukapura Perkuat Kemampuan Guru Layani Keberagaman Murid


Sukapura, Lensaupdate.com - Setiap anak memiliki kebutuhan dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, guru perlu menyesuaikan pendekatan pembelajaran agar seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dan penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

Penguatan kemampuan pendidik tersebut menjadi fokus kegiatan Safari Inklusi yang digelar Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo bersama Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) di ruang pertemuan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura, Sabtu (31/10/2026).

Mengusung tema “Bersama Mewujudkan Pembelajaran untuk Semua Murid”, kegiatan ini diikuti guru TK, SD, SMP serta Pengawas SD se-Kecamatan Sukapura. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai cara mengenali kebutuhan belajar, mengidentifikasi hambatan serta memberikan dukungan yang sesuai bagi setiap anak.

Ketua ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Siti Chusnul Khotimah menegaskan, pendidikan inklusif tidak berarti seluruh anak harus mendapatkan perlakuan yang sama. Justru, sekolah perlu memahami perbedaan karakteristik dan kemampuan peserta didik agar dapat memberikan layanan pembelajaran yang tepat.

“Pendidikan inklusi bukan tentang menyamakan semua anak, melainkan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang melalui jalan dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.

Ia berharap pembekalan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan teoretis, tetapi diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing. Dengan begitu, guru dapat membangun suasana pembelajaran yang lebih fleksibel dan mampu mengakomodasi kebutuhan individual murid.

Dalam kegiatan tersebut, tim ULD memberikan sejumlah materi praktis. Pembahasan dimulai dari prinsip pendidikan inklusif dan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi serta asesmen untuk mengenali karakteristik, potensi, kebutuhan dan hambatan belajar peserta didik.

Guru juga diperkenalkan dengan pendekatan Multi-Tiered System of Supports (MTSS), yaitu sistem dukungan berjenjang yang memungkinkan sekolah memberikan layanan sesuai tingkat kebutuhan masing-masing murid.

Selain itu, peserta mempelajari adaptasi kurikulum dan penyusunan Rencana Pembelajaran Modifikasi (RPM). Materi tersebut mencakup penyesuaian tujuan, materi, proses, media hingga asesmen pembelajaran berdasarkan kemampuan dan kebutuhan anak.

“Materi ini diharapkan membantu guru menyusun pembelajaran yang lebih fleksibel, terencana dan bermakna sehingga setiap peserta didik dapat mengikuti proses belajar secara optimal,” harapnya.

Sementara District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono menjelaskan, penerapan prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability and Social Inclusion) menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang setara dan bebas diskriminasi.

“Melalui kemitraan seperti INOVASI, nilai kesetaraan, keamanan dan inklusi didorong menjadi bagian dari sistem pendidikan dasar. Dengan demikian, setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang sesuai potensinya,” ungkapnya.

Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura Nur Habibah Umaroh turut menekankan pentingnya kesadaran dan kolaborasi seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, layanan pendidikan inklusif membutuhkan keterlibatan sekolah dan pendidik agar kebutuhan setiap peserta didik dapat diperhatikan.

Kegiatan tersebut juga melibatkan tim ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo yang terdiri atas Siti Chusnul Khotimah, M. Topik, Sri Hayati, Rahmad Baibul, Eko Hadi, Mifta, Reny, Laili, Maya dan Ike Retnaning.

Melalui Safari Inklusi, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo bersama INOVASI berupaya memperkuat kapasitas guru sekaligus mendorong sekolah menjadi lingkungan belajar yang menghargai keberagaman. Dengan pendekatan pembelajaran yang sesuai kebutuhan, setiap anak diharapkan dapat memperoleh hak pendidikan tanpa terkendala perbedaan kemampuan maupun kebutuhan dukungan. (put/zid)