Kelas Orang Tua Namira School, Camat Kraksaan Tekankan Pola Asuh Positif


Kraksaan, Lensaupdate.com – Camat Kraksaan Puja Kurniawan mengajak orang tua memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Pendampingan yang tepat, perhatian terhadap kesehatan serta pengawasan penggunaan telepon seluler (HP) dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pesan tersebut disampaikan Puja saat menghadiri kegiatan kelas orang tua dan pembagian rapor Triwulan I Namira School Kraksaan bertema “Tumbuh Sehat, Tumbuh Hebat Bersama Menjaga Kesehatan Anak” di Pendopo Kecamatan Kraksaan, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini diikuti siswa dan wali murid Kelompok Bermain (KB) serta Taman Kanak-kanak (TK) Namira School Kraksaan. Turut hadir Ketua TP PKK Kecamatan Kraksaan Wiwin Puja Kurniawan, Penilik PAUD Kecamatan Kraksaan Muhaimin, Pengawas TK Kecamatan Kraksaan Sri Ayu serta Pengawas Yayasan Namira School Oemi Maktum. Kegiatan juga menghadirkan dr. Ike Umi Mahmudah dari Rumah Sakit Rizani sebagai narasumber.

Puja mengatakan, pembentukan karakter anak tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Keterlibatan orang tua melalui komunikasi yang baik, pola asuh yang tepat dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dari proses pendidikan anak.

“Anak-anak kita ini adalah aset kita semua yang harus selalu kita jaga dan dampingi agar tumbuh ke arah yang benar dan positif. Karena itu, orang tua perlu terus belajar tentang pola asuh yang tepat, sehingga dapat mendukung pembentukan karakter anak sejak usia dini,” katanya.

Menurutnya, kelas orang tua menjadi kesempatan bagi wali murid untuk memperluas pengetahuan mengenai pengasuhan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga sekaligus dibagikan kepada lingkungan sekitar.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun suasana keluarga yang harmonis. Orang tua perlu memberikan contoh dalam berkomunikasi, menyikapi perbedaan dan menyelesaikan persoalan agar anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan emosionalnya.

Selain pola asuh, Puja menyoroti penggunaan HP pada anak yang perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan perkembangannya. Kemudahan akses terhadap informasi dan hiburan digital harus diimbangi dengan pengawasan serta pembatasan waktu penggunaan.

“Saran saya sebagai camat sekaligus orang tua, penggunaan HP pada anak harus dibatasi dan tetap didampingi. Jangan langsung memberikan HP hanya karena anak menangis. Berikan alternatif hiburan lain yang mendidik dan sesuai dengan usianya. Pendampingan harus dilakukan secara bertahap, tanpa memaksa anak,” terangnya.

Puja juga mengingatkan orang tua agar menyikapi pembagian rapor secara bijak. Hasil evaluasi perkembangan anak seharusnya menjadi bahan untuk mengenali potensi dan kebutuhan anak, bukan alasan untuk memberikan tekanan berlebihan.

“Pembagian rapor ini merupakan evaluasi untuk mengetahui perkembangan anak. Kalau masih ada kekurangan, jangan sampai orang tua langsung memarahi anak. Justru melalui rapor ini, orang tua bisa berdiskusi dengan guru tentang apa yang perlu ditingkatkan dan bagaimana pendampingan yang tepat di rumah,” tegasnya.

Ia menambahkan, komunikasi antara orang tua dan guru perlu terus diperkuat agar pendampingan di rumah berjalan selaras dengan pembelajaran di sekolah. Dengan begitu, perkembangan anak dapat dipahami secara lebih menyeluruh dan kebutuhan masing-masing anak memperoleh perhatian yang sesuai.

“Ilmu itu sangat luar biasa. Mumpung ada program kelas orang tua seperti ini, mari kita ikuti dan manfaatkan sebaik-baiknya. Apa yang kita pelajari hari ini semoga bisa diterapkan kepada anak-anak kita, sehingga mereka tumbuh sehat, memiliki karakter yang baik dan berkembang sesuai harapan,” tambahnya.

Sementara Pengawas Yayasan Namira School Oemi Maktum menjelaskan kegiatan kelas orang tua dan pembagian rapor tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian hasil perkembangan belajar, tetapi juga menjadi momentum mempererat kemitraan antara sekolah dan keluarga.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi antara sekolah dan wali siswa. Selain pengambilan rapor triwulan, kami juga menghadirkan kelas orang tua agar wali siswa mendapatkan pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Oemi menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari pembelajaran, kesehatan dan pemenuhan gizi hingga perkembangan fisik serta emosional. Seluruh aspek tersebut membutuhkan pendampingan berkesinambungan, baik di sekolah maupun di rumah.

Kegiatan ini juga mendukung penerapan program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), yang menekankan pemenuhan kebutuhan esensial anak secara menyeluruh, mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan.

“Keberhasilan pendidikan anak usia dini membutuhkan kemitraan yang kuat antara sekolah, orang tua dan instansi terkait. Kesamaan pemahaman di antara pihak-pihak tersebut menjadi salah satu kunci agar kebutuhan perkembangan anak dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kerja sama antara sekolah, wali murid dan instansi terkait dalam memberikan perhatian terbaik bagi anak-anak. Kesamaan pemahaman mengenai pola pengasuhan, kesehatan dan pendidikan diharapkan membuat pendampingan anak lebih terarah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun kesamaan pemahaman antara sekolah dan orang tua dalam mendidik, menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, anak-anak dapat tumbuh sehat dan hebat sesuai potensi mereka,” harapnya.

Materi yang disampaikan dr. Ike Umi Mahmudah dari Rumah Sakit Rizani diharapkan menambah pemahaman wali murid mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui kelas orang tua ini, Namira School Kraksaan mendorong agar edukasi yang diperoleh wali murid dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan, mendampingi proses belajar dan membentuk karakter anak dapat berlanjut secara konsisten di lingkungan keluarga. (nab/zid)