389 Peserta Ikuti MTQ Kabupaten Probolinggo, Berebut Tiket ke Jawa Timur 2027


Kraksaan, Lensaupdate.com - Sebanyak 389 peserta mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXII Tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2026. Ajang ini sekaligus menjadi tahapan penjaringan calon peserta yang akan mewakili Kabupaten Probolinggo pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur 2027.

MTQ yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo tersebut berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) di sejumlah ruang pertemuan Kantor Bupati Probolinggo dan Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan.

Dari total peserta, sebanyak 253 orang merupakan utusan dari 24 kecamatan, sedangkan 136 lainnya berasal dari 13 pondok pesantren terpilih. Mereka berkompetisi dalam empat cabang dan 10 golongan yang menguji kemampuan membaca, menghafal, serta memahami Al-Qur’an.

Empat cabang yang dilombakan meliputi Tilawatil Qur’an, Hifdzil Qur’an, Fahmil Qur’an beregu, dan Syarhil Qur’an beregu. Cabang Tilawatil Qur’an terbagi dalam golongan dewasa, remaja, anak-anak dan tartil Al-Qur’an. Sementara Hifdzil Qur’an mempertandingkan golongan 1 Juz dan Tilawah, 5 Juz dan Tilawah, 10 Juz, serta 20 Juz.

Wakil Ketua IV LPTQ Kabupaten Probolinggo Habib Anis bin Hamid Al Habsyi selaku ketua panitia mengatakan, MTQ menjadi sarana pembinaan sekaligus peningkatan kemampuan masyarakat dalam bidang Al-Qur’an. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk menjaring peserta terbaik yang dipersiapkan mengikuti ajang tingkat provinsi.

“Hasil MTQ ke-21 ini diharapkan dapat menjadi dasar penjaringan dan seleksi peserta yang dipersiapkan mewakili Kabupaten Probolinggo pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2027,” harapnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh prestasi peserta dalam perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan mendorong pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari peserta yang memiliki suara merdu atau bacaan terbaik. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar bersama untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Sekda Ugas, nilai-nilai Al-Qur’an perlu menjadi pedoman dalam membangun keluarga, membina masyarakat, hingga menjalankan pemerintahan. Kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan integritas harus tercermin dalam kehidupan sosial.

“Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam membangun keluarga, membina masyarakat, menyelenggarakan pemerintahan serta mewujudkan kehidupan sosial yang damai, adil dan bermartabat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan generasi muda agar memiliki kemampuan menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri dan nilai keagamaan. Melalui MTQ, peserta diharapkan tidak hanya terampil membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungannya dan menerapkannya dalam kehidupan.

“Generasi muda harus memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter kuat, berakhlak mulia serta mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keagamaannya,” terangnya.

Kepada seluruh peserta, Sekda Ugas berpesan agar mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh, menjunjung sportivitas, dan tetap menjaga persaudaraan. Ia juga meminta dewan hakim menjalankan penilaian secara profesional dan berintegritas.

“Saya meminta dewan hakim melaksanakan penilaian secara profesional, objektif, adil, transparan dan berintegritas,” tambahnya.

MTQ ke-32 tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Ning Ayu Nofita Rahmawati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Samsur, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Abd. Ghafur.

Mengusung tema “Dengan MTQ Kita Wujudkan Kabupaten Probolinggo Semakin SAE: Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing”, kegiatan ini diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi untuk kompetisi tingkat Jawa Timur 2027, tetapi juga memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)