Diskominfo Kabupaten Probolinggo Bekali 70 Penggerak KIM Keterampilan Membuat Konten Berbasis AI


Dringu, Lensaupdate.com - Kemampuan mengemas informasi menjadi konten digital yang menarik menjadi salah satu tantangan pengelola informasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi media sosial. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo membekali sekitar 70 perwakilan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dengan keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pembekalan berlangsung melalui sosialisasi dan pembentukan KIM yang digelar di ruang Probolinggo Region Investment Centre (PRIC), Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Dringu, Kamis (5/11/2026).

Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah workshop AI Content Creator bertema "Dari Informasi Menjadi Konten yang Menarik". Materi disampaikan Mohammad Ghola dan Rizal Firmansyah dari Bakorwil V Jember.

Peserta juga memperoleh materi sosialisasi dari Eko Setiawan dan Pungki Setiawan dari Diskominfo Provinsi Jawa Timur. Melalui rangkaian pembekalan tersebut, penggerak KIM diperkenalkan pada cara mengolah informasi menjadi konten yang kreatif, informatif dan mudah dipahami masyarakat.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Probolinggo Rahadi Septanto Kurniawan mengatakan, peningkatan kapasitas pengelola KIM diperlukan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menyebarluaskan informasi yang benar dan bermanfaat.

“Transformasi digital bergerak semakin cepat. Arus informasi yang deras dan tanpa batas menghadirkan tantangan bukan hanya dalam mencari informasi, tetapi juga mengolahnya menjadi konten yang memiliki nilai edukasi, jujur, serta mampu menarik perhatian publik secara positif,” katanya.

Rahadi menegaskan, KIM memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam pengelolaan dan penyebarluasan informasi. Karena itu, kapasitas para penggeraknya perlu terus ditingkatkan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap terjaga kualitas dan kebenarannya.

“Keberadaan KIM perlu diperkuat agar mampu menghasilkan informasi yang benar, akurat, berkualitas, dan bermanfaat,” jelasnya.

Menurut Rahadi, teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat dan mempermudah pembuatan konten informasi publik. Namun, penggunaannya harus tetap bijak dengan memperhatikan validitas informasi serta kesesuaian materi dengan potensi desa dan program pembangunan daerah.

“Dengan kemampuan tersebut, informasi mengenai potensi desa dan pembangunan diharapkan dapat dikemas lebih kreatif sehingga menjangkau masyarakat secara lebih luas,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Bakorwil V Jember Dicky Suhartono menyampaikan, kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya penggerak KIM.

Ia menyebut, peran KIM tidak terbatas pada penyampaian informasi pemerintah. Komunitas tersebut juga dapat menjadi sarana promosi potensi lokal, seperti usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pariwisata, budaya hingga berbagai program pembangunan daerah.

“KIM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak diseminasi informasi. Perannya tidak sekadar menjadi penyambung informasi kepada masyarakat, tetapi juga mitra pemerintah dalam mengangkat potensi lokal, mulai dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pariwisata, budaya hingga program pembangunan daerah,” ungkapnya.

Dicky menilai, informasi yang bermanfaat berpotensi tidak tersampaikan secara optimal apabila dikemas dengan cara yang kaku dan monoton. Oleh sebab itu, penggerak KIM perlu mengikuti perkembangan teknologi dan menyesuaikan metode penyampaian informasi dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses media digital.

“Peningkatan kompetensi penggerak KIM diperlukan agar mampu menyesuaikan cara penyampaian informasi dengan perkembangan teknologi digital,” tegasnya.

Melalui kegiatan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo ini, penggerak KIM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak sekaligus memperkuat penyebarluasan informasi publik yang valid, kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat. (nab/zid)