Siswa SMKN 1 Dringu Pelajari Pembenihan Lele hingga Pemasaran


Dringu, Lensaupdate.com - Sebanyak 16 siswa kelas X kompetensi keahlian Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) SMK Negeri 1 Dringu mempelajari praktik budidaya ikan secara langsung di UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Payau Dringu, Senin (12/10/2026). Kunjungan edukasi ini mengenalkan siswa pada tahapan produksi benih sekaligus peluang usaha di sektor perikanan.

Didampingi seorang guru, para siswa mendapatkan materi mengenai komoditas ikan air tawar, teknik pembenihan lele, penanganan hama dan penyakit, hingga pemasaran benih. Pembelajaran tersebut menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk memahami penerapan ilmu yang diperoleh di sekolah dalam kegiatan budidaya di lapangan.

Di lokasi kunjungan, siswa diperkenalkan dengan sejumlah komoditas yang dibudidayakan, meliputi lele, nila, gurame, dan patin. Namun, pembenihan ikan lele menjadi materi utama yang dipelajari dalam kegiatan tersebut.

Para peserta mendapat penjelasan mengenai pemilihan induk berkualitas, persiapan wadah pemijahan, proses pemijahan, hingga pemeliharaan benih sesuai ukuran yang dibutuhkan pembudidaya. Tahapan ini memberikan gambaran tentang proses produksi benih yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan budidaya.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis mengatakan pembelajaran langsung diperlukan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenali proses kerja di sektor perikanan.

“Melalui kunjungan edukasi ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami teori budidaya perikanan di sekolah, tetapi juga mengenal secara langsung proses pembenihan, pemeliharaan ikan hingga pemasaran hasil budidaya,” ujarnya.

Menurut Wahid, pengalaman di lapangan dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sesuai kompetensi yang dipelajari. Mereka juga bisa mengenali tantangan yang dihadapi pembudidaya sekaligus melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan.

“Pengalaman ini dapat membantu mereka memahami tantangan sekaligus peluang usaha di sektor perikanan,” jelasnya.

Selain proses produksi, siswa diperkenalkan pada penanganan hama dan penyakit ikan. Aspek ini penting untuk membantu pembudidaya mengenali gangguan sejak dini dan melakukan penanganan yang tepat selama pemeliharaan.

Wahid menegaskan, penguasaan keterampilan teknis perlu disertai pemahaman terhadap kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, siswa memiliki gambaran lebih utuh mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan usaha budidaya ikan.

Pembelajaran juga mencakup aspek pemasaran, mulai dari penyesuaian ukuran benih dengan kebutuhan pasar hingga jalur distribusi kepada pembeli. Hasil budidaya dapat dipasarkan kepada konsumen langsung, warung makan, maupun pedagang lokal sesuai jenis komoditas dan permintaan.

Menurut Wahid, kemampuan menghasilkan benih berkualitas perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai pemasaran agar usaha perikanan dapat dikelola secara lebih menyeluruh.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat bagi siswa, baik dari sisi pengetahuan teknis maupun pemahaman mengenai peluang usaha perikanan. Bekal tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan mereka ketika memasuki dunia kerja atau mengembangkan usaha sendiri,” harapnya.

Kunjungan edukasi ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik untuk mendekatkan siswa dengan dunia usaha dan industri perikanan. Melalui pengenalan proses produksi hingga pemasaran, peserta didik diharapkan memiliki bekal pengetahuan yang lebih luas untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha di bidang budidaya ikan. (nab/zid)

Baca Juga :