Probolinggo, Lensaupdate.com - Warga di sejumlah dusun di Kabupaten Probolinggo mendapat pasokan 54.000 liter air bersih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau panjang. Penyaluran dilakukan BPBD Kabupaten Probolinggo pada Senin (12/10/2026) melalui enam titik distribusi.
Petugas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD menyalurkan bantuan mulai pukul 10.44 hingga 21.21 WIB. Distribusi menggunakan dua unit truk tangki berkapasitas masing-masing 6.000 liter dan 5.000 liter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan bantuan tersebut ditujukan kepada warga yang mengalami keterbatasan pasokan air akibat sumber mata air setempat tidak lagi mencukupi.
“Pendistribusian bantuan air bersih ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di wilayah yang sumber mata airnya tidak lagi mencukupi akibat kemarau panjang. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak,” ujarnya.
Bantuan disalurkan ke sejumlah dusun di Kecamatan Tegalsiwalan dan Kecamatan Leces. Lokasi penerima mencakup Desa Paras, Desa Tegalsiwalan, Desa Malasan Wetan, serta Desa Tigasan Wetan.
Berdasarkan rincian distribusi, alokasi air bersih di enam titik meliputi Dusun Bubur, RT 09/10 RW 03, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan: 15.000 liter.
Dusun Tunggulasih, RT 02 RW 01, Desa Malasan Wetan: 12.000 liter, Dusun Klobungen, RT 28 RW 05, Desa Tegalsiwalan: 10.000 liter, Dusun Krajan, RT 05 RW 02, Desa Malasan Wetan: 6.000 liter, Dusun Gunung Damai, RT 01 RW 06, Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces: 5.000 liter serta Dusun Plampean, RT 13 RW 04, dan Dusun Gudang, RT 10 RW 03, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan: 6.000 liter.
Kondisi kekurangan pasokan air membuat bantuan tersebut diperlukan untuk menunjang kebutuhan rumah tangga warga. Namun, air yang tersedia tetap perlu digunakan secara bijak agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Oemar mengimbau masyarakat penerima bantuan agar menggunakan air bersih secara hemat selama musim kemarau masih berlangsung. BPBD juga menyatakan terus melakukan penanganan berdasarkan kebutuhan di lapangan agar warga terdampak kekeringan dapat memperoleh bantuan.
Penyaluran ini menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah terbatasnya sumber air. Ketersediaan bantuan diharapkan dapat meringankan kesulitan warga selama pasokan air setempat belum mencukupi. (yud/fas)
Baca Juga :
