Tujuh Penyintas Kusta Kabupaten Probolinggo Didorong Kembali Mandiri


Banyuanyar, Lensaupdate.com - Menyelesaikan pengobatan bukan berarti persoalan yang dihadapi penderita kusta (MH) otomatis berakhir. Setelah menjalani pengobatan, mereka tetap membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan memperkuat kemandirian keluarga.

Hal tersebut menjadi perhatian Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Probolinggo melalui pemberian bantuan sosial sarana usaha produktif kepada tujuh penerima manfaat dari kalangan penderita kusta pasca pengobatan.

Bantuan diserahkan di Kantor Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo, Senin (14/9/2026). Dari tujuh penerima manfaat tersebut, dua orang berasal dari Kecamatan Tongas dan lima lainnya dari Kecamatan Banyuanyar.

Program tersebut diarahkan bukan sekadar untuk memberikan bantuan sosial, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali memiliki aktivitas ekonomi secara mandiri sesuai potensi dan keterampilan yang dimiliki.

Dengan adanya sarana usaha produktif, penerima manfaat diharapkan dapat mengembangkan kegiatan usaha yang mampu menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.

Ketua Umum KKKS Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun kembali kemandirian ekonomi penerima manfaat.

“Melalui bantuan sarana usaha produktif ini, diharapkan penerima manfaat memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha sesuai dengan potensi dan keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.

Menurut Ning Marisa, dukungan setelah pengobatan menjadi bagian penting agar penerima manfaat dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara produktif.

Bantuan tersebut juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek. Penerima manfaat didorong untuk mengelola sarana usaha yang diterima secara berkelanjutan sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Selain membantu memenuhi kebutuhan ekonomi, pemberian sarana usaha produktif juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian keluarga penerima manfaat. Dengan memiliki sumber penghasilan, penerima bantuan diharapkan secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial,” terangnya.

Pemberian sarana usaha produktif menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan. Artinya, penerima manfaat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk membangun kembali aktivitas ekonomi.

KKKS Kabupaten Probolinggo berharap bantuan tersebut digunakan sesuai kebutuhan usaha masing-masing. Pemanfaatan secara tepat dan berkelanjutan menjadi penting agar bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak lebih panjang terhadap kehidupan keluarga.

“Harapannya, dengan adanya bantuan sarana usaha produktif ini, para penerima manfaat nantinya dapat memanfaatkan bantuan secara optimal dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi sumber penghasilan serta mendukung kemandirian ekonomi keluarga,” harapnya.

Program tersebut juga menunjukkan bahwa dukungan sosial bagi masyarakat pasca pengobatan dapat diarahkan pada penguatan kapasitas ekonomi. Ketika penerima manfaat memiliki kegiatan produktif dan sumber penghasilan, keluarga memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan secara lebih mandiri.

Bagi tujuh penerima manfaat yang mendapatkan bantuan, sarana usaha produktif tersebut diharapkan menjadi awal untuk kembali membangun aktivitas ekonomi setelah menyelesaikan pengobatan.

KKKS Kabupaten Probolinggo mendorong agar bantuan tidak berhenti pada proses penyerahan. Pemanfaatan secara optimal dan berkelanjutan menjadi bagian penting agar program benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.

Melalui pemberdayaan ekonomi tersebut, penerima manfaat diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan usaha sesuai kemampuan masing-masing. Pada akhirnya, dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian penerima manfaat sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. (yud/zid)

Baca Juga :