KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 60 Siswa Kurang Mampu


Tiris, Lensaupdate.com - Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan tambahan sarana pendidikan kepada 60 siswa sekolah dasar (SD) dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Krucil, Tiris dan Gading. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.

Penyaluran bantuan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (14–16/7/2026), dengan sasaran enam sekolah dasar. Masing-masing sekolah menerima alokasi bantuan untuk 10 siswa yang telah memenuhi kriteria penerima.

Enam sekolah penerima bantuan tersebut meliputi SDN Krucil I, SDN Krucil II, SDN Jangkang II, SDN Jangkang III, SDN Gading Wetan dan SDN Ranuwurung.

Setiap siswa menerima paket perlengkapan sekolah serta bantuan uang tunai sebesar Rp250 ribu untuk mendukung kebutuhan belajar. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar sekaligus mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Wakil Ketua KKKS Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menyerahkan bantuan secara langsung kepada para siswa di SDN Jangkang II dan SDN Jangkang III, Kecamatan Tiris, Rabu (15/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ning Hani juga berdialog dengan para siswa dan memberikan motivasi agar tetap optimistis dalam meraih cita-cita meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Kegiatan hari ini merupakan wujud nyata komitmen KKKS Kabupaten Probolinggo untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan sosial anak. Kami menyadari bahwa pemenuhan hak anak, terutama di bidang pendidikan, merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Menurut Ning Hani, bantuan yang diberikan mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan para siswa. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua dan menjadi pemantik semangat baru bagi anak-anak agar tetap belajar dengan layak, percaya diri dan penuh keceriaan,” ujarnya.

Ning Hani menegaskan bahwa kondisi ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Bagi KKKS, tidak boleh ada keterbatasan ekonomi yang memadamkan api semangat belajar anak-anak kita. Sarana boleh terbatas, tetapi cita-cita harus tetap tanpa batas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan perlengkapan sekolah dengan sebaik-baiknya serta terus rajin belajar dan menghormati orang tua.

“Gunakan bantuan ini untuk mendukung kegiatan belajar. Jangan pernah minder, jangan pernah menyerah. Tetap rajin sekolah, rajin mengaji, hormati orang tua, karena masa depan yang cerah sedang menunggu kalian,” pesannya.

Ning Hani turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pihak sekolah serta relawan sosial yang telah mendukung kelancaran penyaluran bantuan sehingga dapat diterima oleh siswa yang benar-benar membutuhkan.

Menurutnya, penanganan persoalan kesejahteraan sosial memerlukan kolaborasi semua pihak, mulai pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan hingga masyarakat.

“Penanganan persoalan kesejahteraan sosial tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan dan masyarakat agar lebih banyak anak memperoleh kesempatan belajar yang layak,” tambahnya.

Melalui program bantuan tambahan sarana pendidikan tersebut, KKKS Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (ren/zid)